Pages

Monday, 17 March 2014

Teknik Belajar Menyanyi


Bagi anda yang ingin belajar bernyanyi, nah, berikut ini ada 6 langkah praktis untuk bisa menyanyi dengan baik dan benar :

1. *Teknik Pernafasan (Ini merupakan motor penggerak).
Dalam bernyanyi, pernafasan itu sangat penting karena bernafas dengan baik akan sangat membantu
dalam membentuk suara serta dapat memenuhi prasering atau panjang dan pendeknya suatu kumpulan nada, ada bermacam-macam olah pernafasan, yaitu :

a. Pernafasan CLAVICULAIR (dengan memakai pundak).

b. Pernafasan COSTROL (dengan dada).

c. Pernafasan DIAFRAGMA (ini yang paling baik).


**Proses atau cara melatih pernafasan yang baik dan benar :

@Pernapasan yang buruk akan mengakibatkan produksi suara yang buruk, teknik pernapasan yang tidak benar akan
menghasilkan suara yang tidak berkualitas.Menghirup napas yang baik untuk menyanyi adalah menggunakan mulut dan hidung secara bersama-sama, terutama pada waktu menghirup dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak.


*Cara bernapas yang baik pada saat bernyanyi sebagai berikut :
~ Jangan menggunakan cara pernapasan di mana pada waktu menghirup udara, dada dan bahu terangkat, ini membuat leher menjadi tegang dan mengganggu produksi suara.

~ Padawaktu bernapas daerah sekitar lingkar perut mengembang dan pada waktu membuang napas mengempis. Pada waktu menghembuskan napas untuk memproduksi suara, otot-otot di sekitar perut mengencang dan secara konstan mendorong ke dalam (mengempis) dengan berlahan-lahan dan terus-menerus sampai kalimat lagu habis. Ini yang disebut SUPPORT dan SUSTAIN.

~ Tarik nafas atau hirup nafas anda dalam 8 hitungan
(8 detik) : 1 2 3 4 5 6 7 8

~ Tahan nafas saudara dalam 4 hitungan (4 detik) : 1 2 3 4

~ Keluarkan nafas anda dengan berdesis ( suara ular!) dalam 8 hitungan : 1 2 3 4 5 6 7 8

~ Bisa juga hal itu disebut 8 4 8 karena menghirup nafas dalam 8 hitungan, menahan nafas dalam 4 hitungan dan mengeluarkan nafas dalam 8 hitungan. Lakukan latihan itu berulang-ulang, dan saat mengeluarkan nafas, desis anda bisa diganti dengan mengucapkan mo atau me atau mu, dll.

2. *Intonasi (Penguasaan Notasi).
Intonasi adalah pembidik nada yan tepat atau menyanyikan nada dengan tepat. Untuk bisa memiliki
intonasi yang baik, kita sebaiknya berlatih dengan alat music seperti piano atau keyboard supaya nada yang kita mainkan pasti dan terkontrol. Tapi hal ini dapat diakali jika kita tidak memiliki alat music tersebut. Kita bisa merekam suara piano tersebut di handphone kita dan kita dapat pelajari sewaktu-waktu.
Contoh :
Kita dapat memainkan tangga nada C kemudian D dan E secara berurutan di piano atau gitar(mungkin kita bisa minta teman kita untuk memainkannya), kemudian kita rekan di handphone. Nada yang dapat direkam mungkin adalah sebagai berikut :
~ Secara Ascending : Do Re Mi Fa Sol La Si Do dan Descending : Do Si La Sol Fa Mi Re Do atau

~ Secara Ascending : Do Mi Re Fa Mi Sol Fa La Sol Si La Do Si dan dan Descending : Do La Si Sol La Fa Sol Mi Fa Re Mi Do.

Anda bisa melakukan variasi lain misalnya :
~ Secara Ascending : Do Re Mi Fa Re Mi Fa Sol Mi Fa Sol La Si Sol La Si Do dan Descending : Do Si La Sol Si La Sol Fa La Sol Fa Mi Sol Fa Mi Re Fa Mi Re Do

3. *Irama, Birama dan Tempo.
Seorang penyanyi yang baik seharusnya belajar untuk bisa menguasai bermacam-macam irama atau jenis
aliran music seperti : Chaca, Pop, Waltz dan sebagainya. Dia juga harus mengetahui birama lagu, apakah 4/4, ¾ atau 2/4, dan mesti mengikuti tempo (lambat-cepat) lagu.

4. *Penguasaan Artikulasi (pengucapan kata).
Seorang penyanyi selain harus menguasai dan mengahfalkan syair (lirik) lagu dengan baik, juga harus
mengucapkan kata-katanya dengan jelas dan tegas. Untuk membantu agar dapat memberi “jiwa” pada
lagu tersebut, harus juga memahami isi dan maksud yangterkandung dalam lagu. Ada beberapa cara praktis untuk meningkatkan artikulasi anda, yaitu dengan mengucapkan vocal : A I U E O

5. *Tehnik Vibrasi.
Vibrasi adalah suatu bentuk suara yang bergetar dan bergelombang dalam tehnik oleh vocal, vibrasi ini
merupakan tahap finishing. Fungsinya biar terdengar lebih merdu dan indah. Kalau mau tahu contoh vibrasi yaitu ketika seseorang tertawa terbahak-bahak, suara akan terdengar bergetar dan bergelombang. Kemudian dalam dunia tarik suara, bentuk dasar tersebut dikembangkan menjadi sebuah tehnik dalam bernyanyi yang disebut vibrasi.

6. *Sikap Tubuh Dan Kondisi Saat Menyanyi.

Selain hal-hal diatas, ada hal lain yang harus diperhatikan, yaitu sikap tubuh dalam bernyanyi, baik dalam latihanmaupun pada saat kita sedang tampil di panggung/podium. Mengapa sikap tubuh sangat berpengaruh pada sirkulasi nafas yang merupakan unsur penting dalam bernyanyi. Sikap ini harus dilatih, baik sikap duduk maupun sikap berdiri.

sikap tubuh sangat mempengaruhi produksi suara seorang penyanyi baik penyanyi solo maupun penyanyi paduan
suara. Pada saat menyanyi tubuh harus dalam kondisi yang rileks (bukan santai). Tubuh yang rileks dimaksudkan agar suara yang dihasilkan juga rileks dan tidak tegang. Untuk menciptakan suasana yang rileks sebelum bernyanyi
diperlukan suatu relaksasi atau pelemasan tubuh dengan cara bersenam, memijat, dll.

Relaksasi perlu dilakukan pada saat latihan dan juga pada setiap sebelum penampilan, apalagi pada saat berlomba. Mental yang tegang mengakibatkantubuh menjadi tegang pula, sehingga suara yang dihasilkan tidak maksimal.Posisi tubuh dalam menganyi harus mendapat perhatian. Posisi yang baik adalah berdiri dengan membagi beban yang sama pada dua kaki dan menempatkan kaki sedemikian rupa sehingga menjadi seimbang, terutama agar tubuh juga dapat ikut bergerak mengkespresikan dari lagu yang dinyanyikan.

Pada posisi menyanyi sambil duduk, posisi tubuh bagian pinggang ke atas harus dalam kondisi yang sama dengan posisi tubuh bagian pinggang ke atas pada saat sedang berdiri. Posisi tubuh yang gagah sangat dibutuhkan.Ekspreasi wajah pada saat menyanyi juga sangat menentukan. Pada saat mengambil nada-nada yang tinggi perlu konsentrasi dalam menyanyikannya, maka alis dapat dinaikan, serta pipi seperti seorang yang sedang tersenyum dan jangan lupa untuk membuka mulut yang lebar sesuai dengan ketentuan yang biasa dilakukan dalam menyanyi.

Pada saat menyanyi memang nampak wajah akan terlihat jelek, namun suara yang dihasilkan akan jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan kalau kita menyanyi hanya ingin menampilkan penampilan saja.

Trik Tepat Tambah Power Vokal


Ini jelas jadi pertanyaan paling sering buat para vokalis, apalagi kalo sering lihat kontes nyanyi di TV. Pasti komentarnya “Powernya di tambah yaa”, ato “Power kamu kurang”. Dari komentar itu sudah jadi patokan kalo mau nyanyi bagus power vokal yang kuat jadi satu kewajiban. Jadi vokal tanpa power = nol.

Banyak cara untuk tingkatkan power tapi yang jelas harus pahami dulu karakter suara masing2. Tujuannya biar loe semua gak ngotot merubah suara biar jadi kayak artis idola. Sebab karakter suara gak bisa diubah kalo tetep ngeyel resikonya pita suara malah jadi rusak. Nah edisi ini HC ada beberapa trik mudah buat naikin power suara kamu

1. Tiup Lilin. Jelas bukan ulang tahun, tapi tujuannya buat memperkuat otot paru2. Coba tiup lilin mulai jarak terdekat. Coba bikin jarak 2 jengkal. Bila bisa mati tambah jarak jadi 3 jengkal. Masih bisa mati coba jarak 4 jengkal. Coba tambah jarak dan bila belum bisa mati terus latih sampe api di lilin mati. Istirahat setiap 10 menit. Lakukan tiap hari dan rasakan setelah 2 minggu. Jangan latihan dalam keadaan lapar sebab resikonya bisa pingsan. Tujuannya untuk memperkuat hembusan nafas.

2. Tiup Balon. Yang ini jelas juga bukan buat ulang tahun. Tujuannya sama dengan tiup lilin tapi tekanan balon bisa melatih otot paru2. Untuk tiup balon usahakan istirahat bila sudah terasa berkunang2.

3. Gigit Pensil. Ini emang agak aneh tapi secara langsung akan melatih suara di nada tinggi dan power. Caranya gigit pensil di ujung gigi dan nyanyikan satu lagu secara utuh tanpa menjatuhkan pensil. Latih 10-15 menit tiap hari.

4. Lagu Vokal Tinggi. Ini memang agak ekstrim yaitu memaksa pita suara kita untuk bekerja keras. Pilih lagu yang punya vokal tinggi seperti Hallowen, ikuti vokalnya. Bila sudah terasa serak istirahat dan jangan lupa minum air putih. Lebih baik mengunyah kencur sekalian biar gak jadi radang tenggorokan. Konsepnya melatih pita suara untuk nada yang lebih tinggi. Coba satu hari sekali jangan lebih.

5. Pake Diagfrahma. Kalo yang ini udah beberapa kali dibahas yang intinya menggunakan nafas perut bukan tenggorokan ato leher. Coba nyanyi satu lagu pake suara perut. Kalo terasa capek di leher berarti nafas perut masih belum bagus. Latih terus tiap hari.

6. Nyanyi Dalam Air. Ini Bukan sulap tapi salah satu latihan yang cukup bagus buat naikin power. Caranya celupin kepala ke dalam air, bisa di ember ato bak mandi ato dikolam renang sekalian dan nyanyikan satu bait lagu. Teorinya suara kita akan tertekan dan saat di udara bebas power lebih keluar. Latih tiap hari.

7. Minum Air Putih. Lakukan rutin setiap bangun tidur 2-3 gelas. (wok)

10 Gitar Termahal di Dunia

 
Kalau kita ditanya tentang alat musik apa yang paling populer, pasti jawaban tercepat kita adalah: gitar. Dulu waktu saya masih ABG pasti tidak akan pernah berhenti menatap seorang gitaris dalam sebuah band yang sedang manggung. Entah mengapa seolah-olah ada aura seorang gitaris yang berhasil menyedot perhatian saya waktu itu. Bagi saya, seorang gitaris adalah posisi yang sangat keren :D . 10 Gitar termahal yang ada di dunia ini juga bisa membuat seseorang menjadi tampak sangat keren dan berkharisma saat memainkannya. Apalagi setelah kita tahu berapa harga masing-masing gitar termahal tersebut, pasti akan membuat mata kita terbelalak tidak percaya.
 
Berikut ini adalah 10 gitar termahal di dunia:
 
1. REACH OUT TO ASIA FENDER STRATOCASTER
 
 
 
 
Harga gitar ini mencapai USD 2,7 juta. Gitar ini terjual dalam sebuah acar lelang di Qatar pada tahun 2005
 
 
2. JIMI HENDRIX'S 1968 STRATOCASTER
 
 
 
 
Gitar ini pernah dimainkan oleh Jimi Hendrix pada tahun 1969 di Woodstock. Harga dari gitar ini mencapai USD 2 juta
 
 
3. BOB MARLEY CUSTOM MADE WASHBURN 22 SERIES HAWK
 
 
 
 
Ini adalah gitar yang merupakan aset negara Jamaica. Harga dari gitar ini mencapai USD 1,2 juta - 2 juta
 
 
4. BLACKIE - STRATOCASTER HYBRID
 
 
 
 
Gitar ini berharga USD 959.500. Gitar yang dimainkan pertama kali pada tahun 1973 ini akhirnya harus diistirahatkan karena terdapat masalah pada bagian leher gitarnya
 
 
5. ERIC CLAPTON 1964 GIBSON ES0335 TDC
 
 
 
 
Ini adalah salah satu gitar yang dimainkan oleh Eric Clapton selama tahun 1964 walaupun termasuk jarang sekali digunakan. Harga dari gitar ini mencapai USD 847.500
 
 
6. ERIC CLAPTON C.F MARTIN & CO, CIRCA 1939
 
 
 
 
Ini adalah salah satu gitar milik Eric Clapton yang dijual dengan harga USD 791,500 dan hasil penjulannya disumbangkan untuk sebuah yayasan kanker
 
 
7. LENNY - STEVIE RAY VAUGHAN 1965 FENDER COMPOSITE STRATOCASTER
 
 
 
 
Ini adalah gitar milik seorang musikus blue musik, Stevie Ray Vaughan, dimana gitar ini merupakan hadiah dari Lenny, istrinya, sebagai ahdiah ulang tahun. Harga gitar ini mencapai USD 623.500
 
 
8. GEORGE & JOHN 1964 GIBSON SG
 
 
 
 
Harga dari gitar ini mnecapai USD 570.000 dimana gitar ini merupakan gitar yang digunakan oleh kelompok teh Beatles antara tahun 1966 - 1969
 
 
9. ERIC CLAPTON'S GOLD LEAF STRATOCASTER
 
 
 
 
Gitar seharga USD 455.550 ini merupakan pesanan dari Eric Clapton yang rencananya akan digantungkan pada dinding di sebuah sudut museumnya
 
 
10. 1949 FENDER BROADCASTER PROTOTYPE
 
 
 
 
Harga gitar ini mencapai USD 375.000. Gitar ini merupakan buatan dari Leo Fender yang merupakan produsen gitar paling terkenal saat itu

10 Merek Gitar Terbaik di Dunia

Gitar adalah instrumen musik yang sangat umum di planet ini. dari instument ini juga lahir beberapa seniman, baik yang menggeluti seni pembuatan gitar, ataupun pemain gitar itu sendiri. sejarah gitar sendiri sedikit diketahui ( barangkali didalam menulis yang lain saya dapat menghidangkan sejarah gitar ). dari kolaborasi artis serta produsen gitar, tersebut disini 10 merk gitar yang sangat banyak digunakan gitaris dunia.


 
1. Gibson
Gibson Guitar, pabrik gitar yang gak asing dan salah satu leader dari teknologi music terus melindungi kekayaan hak intelektualnya dan memberikan perlindungan konsumen melawan berkembangnya pemalsuan barang yang dikapalkan dari dan dijual oleh toko maupun individual di China.
Gibson dikenal dunia dengan memproduksi model model klasik dalam setiap gaya dari instrument berdawai ini. Gitar digitalnya Gibson mewakili kemajuan terbesar dalam desain gitar elektrik setelah lebih dari 70 tahun….wahh!.

Didirikan tahun 1894 di Kalamazoo, Michigan, dan bermarkas di Nashville, Tenn sejak 1984. Keluarga Gibson Guitar termasuk merk Epiphone, Dobro, Valley Art, Kramer, Steinberger, Oberheim, Tobias, Singerland, Maestro, Take Anywhere Technonolgy, Echoplex, Electar Flatiron, dan banyak lagi.

2. Fender
Sejak 1987, Fender Custom Shop telah menjadi “dream factory”, Bikin gitar buat dimainkan sama halnya Ferrari buat dikebut. Tukang yang ahli di pabrik Fender, Corona, membuat Custom Shop-nya ngetop banget di planet bumi dalam hal keahlian dan keterampilan seninya dalam membuat gitar dari kelas bagus sampai fantastis. Apakah cuman modif atau bikin kastem baru, pokoknya the best lah.

Fender custom Shop instrument telah berkarya dengan masukan-masukan gitaris dunia, seperti Eric Clapton, Yngwie Malmsteen, Jeff Beck, Sambora, dan banyak lainnya lagi..(ntar habis buat nulis nama doang.)
“Anda bisa punya gitar di pabrik gitar di mana gitarnnya Eric Clapton juga dibikin, oleh orang yang sama pula” kata Mike Eldred, DOSM-nya Fender Custom Shop. “Nggak ada yang melakukan seperti yang kami lakukan”.

3. Ibanez
Sejarah singkat dari perjalanan panjang sebuah perusahaan.
Di tahun 1908, ketika sebuah perusahaan bernama Hoshino memulai sebagai toko lembaran musik dan kemudian distributor produk produk musik di Nagoya, Jepang. Di pertengahan tahun 80-an dari ketertarikannya pada instumen gitar rock yang baru muncul, Ibanez berkolaborasi dengan para gitaris seperti Steve Vai, Joe Satriani, dan paul gilbert dan memproklamirkan model JEM, JS, RG, dan model S. Kini, versi saat ini model model ini masih jadi perhitungan pada kancah instrumen gitar music rock dunia.

Gitar Ibanez , selain terkenal untuk musisi rock, juga sama ngetopnya dengan gitar jazz-nya Ibanez terbukti dari kastem untuk George Benson, dua model Pat metheny dan banyak lagi, juga semi akustik yang baru, John Scofield Signature Ibanez. Satu catatan terakhir, Ibanez juga salah satu top seller dunia untuk gitar bass.

4. B.C Rich
Perusahaan gitar B.C Rich terus menerus mengembangkan dan menghadirkan gitar-gitar dengan performa tinggi jugas gitar bas yang sangat menarik. Dari gitar kastem handmade sampai seri gitar standard import, B.C Rich memiliki gitar yang tepat dengan harga yang pas untuk setiap gitaris. Apakah lewat bentuk, fitur atau pun performa – tidak ada suara gitar yang lebih heavy metal dari B.C Rich.

Dari The Beast yang kasar, Mockingbird yang keji, dan Warlock sampai model Bich yang legendaris, gitar elektrik B.C Rich telah meraih reputasi rock padat pada panggung panggung konser di seantero dunia. Itulah mengapa gitaris handal memilih gitar B.C Rich sebagai senjata andalan mereka. Tak ada gitar lain yang bisa merampas perhatian seperti B.C Rich.

Kalau anda mau gitar dengan tone yang garang, enak dimainkan dan tampang serem, anda pasti butuh B.C Rich.

5. Jackson
Perusahaan gitar Jackson secara resmi berdiri tahun 1978. Awalnya disebut Charvel Guitar Repair, Wayne Charvel menjualnya kepada Grover Jackson, partnernya, mitra perusahaanya. Dengan kepemilikan sendiri, Jackson tidak tertarik mempertahankan nama lama. Lalu lahirlah Jackson Guitars.

Dari tahun 1979 sampai 1986 perusahaan berlokasi di San Dimas, California. Mereka membuat gitar di lokasi ini sampai merusahaan bergabung dengan IMC, atau International Music Corporation. Kini, Fender memegang hak atas label Charvel dan pabrikan gitar yang sama dengan model awal yang dibuat di lokasi San Dimas.

Jackson Guitars atau mungkin yang paling dikenal dengan gitar Rhoads-V yang mereka buat dengan mendiang Rhandy Rhoads, mantan gitaris Quiet Riot dan kemudian Ozzie Osborne. Randy Rhoads memiliki penggemar setia sehingga gitar ini cukup banyak diburu.

Hal lainnya, Jackson juga terkenal dengan gaya guitar yang menarik bagi artist heavy metal dan thrash metal. Secara umum desain gitarnya manis dan anggun hanya beberapa model saja yang didesain garang dengan tampang hard metal.

Jackson Dominion dari Mark Morton(Lamb of God)
Secara umum, gitar Jackson mirip dengan Gibson Explorer. Kenyataannya, kemiripannya begitu banyak yang menyebabkan Gibson menuntut mereka secara terus menerus mengenai pelanggaran atas hak cipta dari model ini. Mereka juga menghadapi tuntutan hukum dari Fender. Jackson terhindar dari gugatan dan desain gitarnya berubah. Kini Fender memegang hak cipta, bahwa desain dan produksi gitarnya mengacu pada model model Charvel sebelumnya.

Jackson memiliki beberapa gitar model khusus. Sebagaimana disebutkan di awal tadi, model Randy Rhoads didesain dari kerjasama dengan Rhoads dan memiliki bodi yang tidak simetris. Model lain termasuk, The Warrior, The Kelly (serupa dengan Gibson Explorer, tetapi sedikit lebih ramping), the King V, dan the Kelly Star.

Artis yang memainkan Jackson diantaranya Phil Collen (Def Leppard), Mark Morton (Lamb of God), Kirk Hammet (metallica), dan Derek Green dan Adreas Kisser (Sepultura). Mantan pemain seperti (tentu saja) Randy Rhoads, mendiang Robin Crosby (Ratt), dan Vinnie Vincent (KISS).

6. Yamaha
Yamaha mengawali kian lebih seabad yang lantas saat seorang pengusaha muda yang bernama torakusu yamaha memantapkan langkah pada kerajinan organ buluh berkwalitas tinggi. jauh sebelum saat itu dia membangun pabrik piano pertama jepang, dia juga beroleh pernyataan di luar negeri di th. 1904, sesuatu piano serta organ yamaha dianugerahi sesuatu kehormatan grand prize di st louis world’s fair. 
dari awal yang beruntung ini, yamaha tumbuh jadi di antara produsen alat-alat musik yang sangat dicintai produsen alat-alat musik didunia. serta bersamaan perubahannya, perusahaan yang bermodalkan warisan unik dari perpaduan pengetahuan keterampilan seni pertukangan serta teknologi mewujudkan versifikasi ke didalam beragam jenis product serta service yang mencengangkan. 

saat ini, yamaha yaitu pemimpin didalam usaha dimulai dari alat-alat musik serta product audio & video hingga product teknologi info, service media baru, perabot tempat tinggal, komponen otomatis, logam-logam spesial, pendidikan musik serta sarana resor. tetapi, melewati langkah awal dari musikal, tidak hiraukan apa usaha kami jalani- atau negara apa area kami berbisnis- kami berupaya untuk terus dengan prima sesuaikan diri ke satu set nilai-nilai yang umum mengambil keputusan dunia yamaha
.

7. Squier
Jerome bonaparte “jb” squier, imigran muda inggris yang tiba di battle creek, michigan., di akhir abad ke-19, yaitu seorang petani serta tukang sepatu yang sudah pelajari seni pembuatan biola eropa. dia geser ke boston pada 1881, dimana ia membangun serta melakukan perbaikan biola berbarengan anaknya, victor carroll ( vc ) squier. hingga saat ini, biola mereka tercatat sebagai biola dengan kualitas luar biasa, serta mereka perintahkan harga tinggi sebagai contoh yang baik untuk awal keahlian pembuatan instrument di usa. memanglah, j. b. squier yaitu pembuat biola trampil yang sangat populer di usa serta kerap dikatakan sebagai “american stradivarius. ” 
pada 1930an, squier mulai lakukan suatu hal untuk jaman baru instrument listrik ; perusahaan juga jual piano, radio serta gramapon hingga berdiri dengan sendiri atas seluruh produk-produk berdawai pada th. 1961. 

asosiasi artis sudah jadi sisi pening untuk fender sejak awal, bukan sekedar dari segi brand awareness, namun juga sebagai sisi dari evolusi product. squier saat ini sudah memasuki arena itu, juga dengan tiga bass squier artist model yang baru yang nampak pada april 2007-yaitu dari mike dirnt-nya green day, frank bello-nya anthrax serta pete wentz-nya fall out boy. di periode mendatang, squier dapat berupaya semakin banyak artis yang pingin jadi sisi dari keluarga fender serta diasumsikan dengan product yang berikan fans muda mereka instrumen inspirasi serta ekspresi yang terjangkau. 

squier yaitu fender sharing didalam perihal platform product, merk dagang, gambar serta design standar. squier yaitu batu loncatan untuk pemula, gitaris intermediate serta yang jagoan menuju tujuan akhir mereka-memiliki fender ! dengan tujuan itu serta juga tujuan lain, squier selalu tawarkan product dengan fitur serta harga yang betul-betul berikan nilai, dari pemula, hobbyists, hingga musisi untuk bekerja bersama.

8. Epiphone
Cerita epiphone tidak ikuti garis lurus. sepanjang kian lebih satu abad, ia berpaling serta berbelok melewati kejayaan, mundur serta kembali ; melampaui baik ketinggian yang bikin pusing ataupun jatuh hancur bersamaan perjalanannya merambah umur. bab paling akhir, pada 2007, merasakan epiphone sebagai di antara manufaktur instrumen yang sangat sukses serta dihormati di planet ini. bab pembukaan diawali 130-an th. sebelum saat itu, dari didalam bengkel anastasios stathopoulo. 
pada th. 2007, epiphone yaitu semua suatu hal untuk seluruh pemain. beberapa musisi berikan penghargaan pada perusahaan sebagai replica gibson, tawarkan kualitas dari model sangat populer di us dengan harga yang kompetitif. artis rekaman berbelok ke kisaran kualias us epiphone yang berkompetisi dengan gitar pabrikan apa pun didunia, namun fanatisan rock ‘n’ roll yang suka dengan model signature, yang termasuk seluruhnya dimulai dari nick valensi riviera hingga les paul kastemnya zakk wylde. berapapun biaya, kekuatan serta aliran musik, sudah dapat menjangkau garis epiphone. 
apalagi lebih mutlak, epiphone sudah mempertahakan motivasi rintis yang senantiasa jadi calling card-nya epi stathopoulo. 

baik melewati pola guitar of the month 2006 ( tawarkan beragam koleksi model tiap-tiap bln. ) ataupun melewati pencarian tidak henti-hentinya untuk menantang kebiasaan, ini tetap adalah perusahaan yang berkembang diatas risiko sesaat senantiasa berikan hasil. barangkali david berryman menempatkannya sebagai yang terbaik, “gibson yaitu perusahaan tradisional, epiphone kian lebih murtad. ini yaitu gabungan irama pukulan drum yang tidak sama. senantiasa ada. serta memanglah demikian ada. ” 

9. ESP (Electric Sound Products)
ESP, singkatan dari Electric Sound Products, dimulai sebagai sebuah toko di Jepang oleh Hisatake Shibuya pada tahun 1975. Awalnya mereka hanya menjual suku cadang gitar namun di tahun 1976 mereka mulai membuat gitar. Produk ini hanya terdapat di Jepang sampai tahun 80-an sewaktu suku cadang menemukan jalannya ke U.S.

Kini ESP adalah sebuah perusahaan yang tumbuh pesat pada industri gitar. Jalur gitar mereka saat ini mendapat sokongan banyak selebritis. Ini meliputi Lynchs Kamikaze, Model Truckster-nya James Hetfield, dibuat sebagai penghormatan Hari jadi perusahaan yang ke 30. Model lainnya seperti, AX series, Standard Series, Mirage Series, Xtone Series, dan Signature Series.

10. Ovation
Di tahun 1966, Aeronautical Pioneer Charlie Kaman melakukan hal yang paling sukses yang pernah dilakukan – dia merevolusi gitar akustik. Gitar Ovation tampil dengan punggung bundar dan ide-ide baru. Musisi professional menyambut kinerja gitar dan para purist geleng kepala.

Sayap Ovation juga mencakup beberapa sistem preamp yang berbeda untuk pickups mereka termasuk system OP30, OP24 +, OP40, dan OP50.

Ovation tidak hanya menawarkan guitars, mandolin mereka, dibuat dalam gaya sebagaimana ukuran saudara saudara mereka, sangat populer di kalangan musisi professional, berkat kontrol level di atas panggung.

Saat ini, gitar murni akustik justru tampak aneh di atas panggung. Selama tiga dekade terakhir, Ovation telah mempertahankan posisi kepemimpinan akustik/elektrik. Kini, lebih dari 95% dari semua Ovations yang terjual di seluruh dunia adalah akustik / elektrik. Ovation menawarkan tiga pickups yang berbeda, cocok untuk setiap satu model spesifik – semuanya didesain untuk memberikan tingkat performa tertinggi.

Top 10 Gitaris Tercepat di Dunia


Kali ini Bagaimana kalau kita membahas mengenai 10 Gitaris Tercepat Dunia yang juga mengantongi gelar sebagai gitaris yang layak disebut sebagai gitaris terbaik dunia. mereka ini dipilih karena skill dan kecepatan mereka dalam memainkan solo gitar. umumnya mereka ini disebut sebagai Shredder. jadi mereka ini bisa kita sebut sebagai The World Best Guitar Shredder of All Time. Siapa sajakah mereka??

Kita Mulai dengan posisi 10 dulu ya dari top 10 Gitaris Tercepat Dunia

10. The Great Kat



The Great Kat merupakan nama panggung dari Katherine Thomas yang terkenal karena insterprestasinya dalam musik thrash metal dengan sedikit musik klasik. Kebanyakan dia bermain dengan gitar elektrik, tetapi kadang dia bermain biola. Faktanya Thomas adalah pelatih biola, lulusan dari Juilliard School dan sempat tur untuk bermain conventional classical music sebelum akhirnya menyebrang ke metal.Dia memang gila seperti yang terlihat.

9. John Petrucci



Salah satu inspirasi para pemain gitar. John lebih dikenal sebagai pendiri dan anggota dari progressive metal band Dream Theater. Dia telah memproduksi (bersama dengan Mike Portnoy) semua album Dream sejak release pertamanya pada tahun 1999 release, Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory. Dia penulis lirik utama dalam band.

8. Buckethead



Dia dikenal karena selalu memakai topeng plastik putih dan memakai topi dari buket KFC. Dia merupakan komposer yang produktif, telah melepas 38 album solo dan mengerjakan lebih dari 50 album. Dia juga merupakan bintang tamu dalam 44 album dari berbagai artis berbeda. Dia mencampur musiknya secara beragam dan berbeda seperti thrash metal, funk, electronica, jazz, bluegrass dan avant-garde music.

7. Rusty Cooley



Rusty tidak puas sebagai pemain musik lokal dan mulai berkarir solo pada awal 1996. Dan saat ini dia khusus bermain dengan 7-string guitar. Debut album solo perdananya dimulai pada tahun 2003. Dan tidak diragukan lagi, dia merupakan salah satu pemain gitar tercepat di dunia.

6. Joe Stump



Teknik Joe Stump hampir sama dengan Yngwie Malmsteen’s, yaitu neo-classical metal. Dia juga telah merelease beberapa album dengan bandnya, Reign of Terror dan juga sebagai solo artis. Dia juga bermain sebagai lead guitar pada symphonic metal band HolyHell. Stump adalah seorang professional shredder, dan berdasarkan pemilihan pada majalah Guitar One dia menempati urutan ke 6 diantara daftar "Top 10 fastest shredders of all time".

5. Shawn Lane



Shawn Lane menjadi pemain gitar terkemuka dalam lingkungan gitaris underground dan bergabung dengan Black Oak Arkansas ketika berumur 14 tahun.

4. Paul Gilbert



Paul Gilbert lebih terkenal bersama Racer X, Mr. Big, and beberapa instrumental album yang dikeluarkan belakangan. Setelah keluar dari Mr. Big pada tahun 1997, Gilbert memulai merelease album solo. Dia juga bergabung dengan Joe Satriani dan John Petrucci pada G3 tour tahun 2007. Dia juga terkenal untuk alternate picking, string skipping technique, dan mendapatkan urutan ke 4 “Top Shredders of All Time” dari Majalah Guitar One.

3. Yngwie J.Malmsteen



Gitaris asal swedia yang juga merupakan seorang komposer, multi-instrumentalist, and pemimpin band. Malmsteen menjadi perhatian pada pertengahan tahun 1980 untuk pengaruh teknik gitarnya dan komposisi neo-classical metal compositions. Penjualan Empat albumnya dari tahun 1984 sampai 1988, Rising Force, Marching Out, Trilogy, and Odyssey, menempati urutan puncak dari top 100.

2. Chris Impelliteri



Lahir tanggal 10 Nopember 1964 in Connecticut. Berdasarkan majalah Guitar One Magazine, dia merupakan gitaris tercepat di dunia urutan ke dua.

1. Michael Angelo Batio



Di nobatkan sebagai sebagai gitaris nomor 1 tercepat di dunia. Batio juga terpilih sebagai “No. 1 Shredder of All Time” oleh Majalah Guitar One pada tahun 2003. Pada saat bersamaan di bulan april 2008 dia mendapat urutan pertama dari “Top 100 Greatest Metal Guitarists of All Time” oleh Majalah Guitar World dan salah satu dari “20 Greatest Shredders of All Time” oleh majalah Total Guitar Magazine. Wajar jika posisi no 1 ini jatuh ke tangan Michael Angelo Batio. karena dia adalah satu satunya manusia yang bisa bermain gitar di tangan kanan dan kiri sama baiknya. lihat saja bentuk gitar 4 necknya yang berbentuk X. Michael Angelo Batio juga mempunyai aksi panggung yang luar biasa dan amat sangat memukau.

Sejarah Berdiri Band Aerosmith


Band Aerosmith adalah band hard rock Amerika, yang disebut-sebut sebagai “Bad Boys dari Boston” dan “Band Rock and Roll Terbesar Amerika”. gaya mereka, yang berakar di blues berbasis hard rock, telah memasukkan unsur-unsur pop, heavy metal, dan rhythm and blues, dan telah mempengaruhi banyak artis rock berikutnya. Band ini dibentuk di Boston, Massachusetts pada tahun 1970. Gitaris Joe Perry dan bassis Tom Hamilton, awalnya di bermain di sebuah band “Band Jam”, kemudian bertemu dengan vokalis Steven Tyler, drummer Joey Kramer, dan gitaris Ray Tabano, dan membentuk Aerosmith. Pada tahun 1971, Tabano digantikan oleh Brad Whitford, dan band ini mulai mengembangkan karirnya di Boston.

Dibentuk pada tahun 1969 di Sunapee, New Hampshire, dengan Steven Tyler sebagai drummer dan Joe Perry (Gitar), lalu bergabung lah Tom Hamilton (Bass). Setahun berikutnya Joey Kramer (Drum) bergabung menggantikan Steven Tyler sehingga Tyler dapat menjadi Vokalis seutuhnya. Formasi pun dilangkapi oleh seorang gitaris muda berbakat Brad Whitford. Mereka pun pindah ke Boston pada akhir tahun 1970. Setelah bermain dari klub ke klub di Massachusetts dan New York selama dua tahun, mereka pun mendapatkan kontrak pertamanya dengan perusahaan rekaman (Columbia Records) pada tahun 1972. Debut album mereka yang diberi judul seperti nama band mereka 'Aerosmith' dirilis tahun 1973 dengan lagu 'Dream On' sebagai single pertamanya. Rilis album ini diikuti oleh tur Amerika pada tahun berikutnya. Setahun berikutnya mereka kembali merilis album yang diberi judul 'Get Your Wings' (th 1974).
Sejarah Berdiri Band Aerosmith
Album ketiga mereka dirilis tahun 1975 (Toys In The Attic), album ini merupakan terobosan baru bagi mereka baik dari segi komersial maupun dari segi artistik. Dalam proses rekamannya, mereka mulai melakukan pengembangan dan eksperimen untuk sound. Album ini menuai banyak kritikan maupun pujian. Single pertama pada album ini 'Sweet Emotion' mampu menerobos masuk chart Top 40 pada musim panas tahun 1975, dengan album 'Toys In The Attic' yang mencapai peringkat 11. Album baru mereka berikutnya 'Rocks' yang dirilis tahun 1976 mampu menyabet Platinum.

Pada awal 1977, Aerosmith mulai mempersiapkan materi untuk album keempatnya yang kemudian dirilis pada akhir 1977. 'Draw the Line' adalah hit berikutnya yang menduduki peringkat 11 chart di Amerika. 'Live! Bootleg' hadir pada akhir tahun 1978 dan menjadi sukses berikutnya setelah mampu nangkring di peringkat 13. Setelah merilis album berikutnya 'Night In The Ruts' paatahun 1979, Joe Perry keluar dari band dan membentuk Joe Perry Project. Seperti album- album sebelumnya, album ini juga mendapat sambutan hangat dan mampu menduduki tempat ke 14 chart. Kemudian band ini kembali kehilangan personelnya saat Brad Whitford keluar pada awal tahun 1980 dan membentuk band yang bernama Whitsford-St. Holmes, bersama gitaris Derek St. Holmes (ex-Ted Nugent).

Jimmy Crespo (Gitar) dan Rick Duffay (Gitar) bergabung mengisi kekosongan formasi Aerosmith, dan bersama personel barunya mereka merilis album 'Greatest Hits' pada akhir 1980. Penjualan album ini mampu mencapai lebih dari 6 juta copy. 'Rock in Hard Place' dirilis tahun 1982 dalam formasi barunya. Pada tahun 1984 Joe Perry dan Brad Whitford kembali bergabung, mereka pun mengadakan tur reuni yang dijuluki 'Back in the Saddle'. Pada awal tur, Tyler 'ambruk' di panggung, hal ini membuktikan bahwa mereka belum bisa keluar dari kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan. Ditahun berikutnya Aerosmith merilis album 'Done with Mirrors', album pertama dengan formasi awal setelah tahun 1979 sekaligus album pertama bersama Geffen Records. Namun sayangnya album ini tidak se-sukses seperti 'Rock in a Hard Place'.

Setelah merilis Done with Mirrors, Tyler dan Perry masuk program rehabilitasi untuk menyembuhkan dari kecanduan alkohol dan narkoba. Pada tahun 1987 mereka merilis 'Permanent Vacation', dalam album ini mereka bekerja sama dengan penulis lagu hard rock profesional seperti Holly Knight dan Desmond Child, dari kerja sama ini mereka menghasilkan beberapa hits seperti 'Dude (Looks Like a Lady)','Rag Doll', dan 'Angel'. Album ini terjual sebanyak 3 juta copy.

Album 'Pump' dirilis tahun 1989, dan terjual sebanyak 4 juta copy. Single 'Love in Elevator', 'Janie's Got a Gun' dan 'What it Takes' mampu menghantui Chart Top Ten. Aerosmith merilis Get a Grip pada tahun 1993 yang juga masih di produseri oleh Bruce Fairbrain seperti album Permanent Vacation dan Pump. Album ini mengikuti sukses dua album sebelumnya bersama hit single 'Livin on Edge','Cryin', dan 'Amazing'. Pada tahun 1994 Aerosmith kembali merilis album, kali ini berjudul 'Big Ones'. Album ini mampu meraih penghargaan double Platinum.

Saat mereka mencapai puncak popularitasnya,di awal 90-an Aerosmith menandatangani kontrak jutaan dolar dengan Columbia Records, kendati mereka masih berhutang dua album dengan Geffen Records. Tak sampai tahun 1995, mereka telah dapat memulai rekaman pertamanya bersama label barunya, hampir 5 tahun sejak penandatanganan kontrak tersebut. Album Nine Lives mereka garap bekerjasama dengan Kevin Shirley pada tahun 1996. Berbagai masalah seta kendala muncul saat penggarapan album ini, hingga Tim Collins, sang manajer yang juga bertanggung jawab untuk membawa band ini pulih dari kecanduan akhirnya dipecat. Setelah pemecatan tersebut, Collins menyebutkan bahwa Tyler telah kembali menggunakan obat-obatan.

Dibawah tekanan keadaan yang sedang mereka hadapi, proses rekaman pun menjadi terasa sangat sulit untuk diselesaikan. Akhirnya album ini dirilis tahun 1997, dilanjutkan dengan album 'The live A Little South of Sanity' pada tahun 1998. Album berikutnya adalah 'Honkin on Bobo' (2004), bersama dua album live DVD-nya (You Gotta Move, dan Rockin' The Join). Album lainnya yaitu 'Devil's Got a New Disguise: The Very Best of Aerosmith' hadir di tahun 2006.

Anggota
Steven Tyler
Joe Perry
Brad Whitford
Tom Hamilton
Joey Kramer

Mantan Anggota
Ray Tabano
Jimmy Crespo
Rick Dufay

Diskografi
Aerosmith – Aerosmith [1973]
Aerosmith – Get Your Wings [1974]
Aerosmith – Toys In The Attic [1975]
Aerosmith – Rock [1976]
Aerosmith – Draw The Line [1977]
Aerosmith – Night In The Ruts [1979]
Aerosmith – Rock In Hard Place [1982
Aerosmith – Done With Mirrors [1985]
Aerosmith – Permanent Vacation [1987]
Aerosmith – Pump [1989]
Aerosmith – Get A Grip [1993]
Aerosmith – Nine Lives [1997]
Aerosmith – Just Push Play [2001]
Aerosmith – Hookin’ On Bobo [2004]

Sejarah Judika

Judika

Judika Nalon Abadi Sihotang (lahir di Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara, 31 Agustus 1978; umur 35 tahun) adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia yang meraih runner-up Indonesian Idol 2. Ia adalah anak ke-6 dari 7 bersaudara menghabiskan masa kecilnya dengan berbagai macam kegiatan. Bakat bernyanyinya sudah tampak semenjak Judika masih duduk di bangku Sekolah Dasar Inpres di Brastagi. Bahkan ia sempat membuat grup vokal bersama Roy (adik), Juneidi (sahabat) dan Jonathan (sahabat) dan juga dikontrak di sebuah hotel internasional berbintang 5 di Brastagi. Judika kecil tidak puas berbangga hati ketika banyak yang bilang ia punya potensi menjadi bintang. Lantas ia menjajal kemampuannya lewat Bahana Suara Pelajar dan keluar sebagai juara pertama untuk tingkat Sumatera Utara dan cukup puas di posisi ketiga untuk tingkat Nasional. Selain bersolo karier, saat ini Judika juga menjajal sebagai anak band dengan menjadi vokalis Mahadewa sebuah band yang digawangi Ahmad Dhani.
Tak hanya berprofesi sebagai penyanyi, Judika juga mulai merambah dunia akting. Ia bermain di film "Si Jago Merah" pada 2008, dan pada 2009 bermain di film "The Tarix Jabrix 2". Bersama kekasihnya, Duma Riris Silalahi ia juga bermain di film "Impal (pariban)".
Di ajang Indonesian Movie Awards 2009, Judika mendapatkan penghargaan dalam kategori Pemeran Pendatang Baru Pria Terbaik lewat film "Si Jago Merah".

Perjalanan

Vokal

Judika memiliki chest/upper register yang powerful, range yang luas, dynamic yang bagus, dan breath control/vocal stamina yang terbaik antara penyanyi pria Indonesia yang lain. Range vokalnya bermula dari B rendah (B2) bawah middle C sehingga B (B5) atas high C. Judika boleh menjangkaui high C (C5) yaitu nada yang tinggi bagi pria, dengan mudah tanpa menggunakan mix dan falsetto.
  • Jenis Vokal : Tenor
  • Nada Rendah/Mid : Setengah Mati Merindu (B2), Aku (C3), Unbreak My Heart Live (C3), Bukan Rayuan Gombal (D3)
  • Nada Tinggi (Belts/Mixed) : Aku Yang Tersakiti (C5,D5), Cinta Terpendam (C#5), Bukan Rayuan Gombal (D5), Borngin I Ito/O Duma (E5), Raja Inggris (F5,G5), Bukan Dia Tapi Aku (D5,F#5), Dijou Au Mulak (G#5), Musnah (A5)
  • Range Vokal : 3 Octaves

Top 10 Penyanyi Pria Terbaik Indonesia

  1. Judika

 
Judika adalah Runner Up Indonesian Idol Season II yang di menangkan oleh Mike Mohede. Sejak berhasil menjadi Runner Up Indonesian Idol, Judika langsung masuk ke Jajaran artis papan atas Indonesia. Pada Sea Games 2011, Judika di percayakan menjadi salah satu pengisi acara dengan membawakan lagu “Be as One”.
Selain menyanyi, Judika juga menggeluti dunia acting. Pada tahun 2009 dia berhasil menjadi Aktor Pendatang baru Terbaik Indonesian movie Awards lewat film Jago Merah.

2. Shandy Sandoro

 
Shandy Sandoro memulai karir musiknya di Jerman dengan menjadi salah satu Top 10 Finalis German Idol 2008 dan Menjuarai NEW WAVE Latvia International Song Festival 2009. Nama Shandy Sandoro sejak tahun 2008 sudah sangat terkenal di Jerman dan negara negara eropa lainnya lewat album Why Don’t We (2008) dan Album Jazz in The City with Shandy Sandoro (2009).
Nama Shandy Sandoro justru baru  mulai terkenal di Indonesia pada awal tahun 2010 lewat album bertajuk “Shandy Sandoro”.
Shandy Sandoro juga menjadi artis asia pertama dan satu satunya yang pernah tampil di Acara Diane warren Show di Hollywood bersam sejumlah nama nama besar seperti Celine Dion, Il Divo, Gloria Estefan, Le Anne Rhyme dll.

3. Rio Febrian

 
Rio Febrian adalah Grand Champion Asia Bagus tahun 1999 dan juga Menjadi Juara Pertama  Choir Olympic tahun 2000 di Linz, Austria bersama Elfa’s Choir.
Hampir setiap album yang di rilis seorang Rio Febrian  berhasil menjadi Hits di Indonesia, Malaysia, Singapore dan Brunei Darussalam.
Hingga saat ini Rio Febrian masih tetap menjadi salah satu penyanyi Pria Terbaik yang di miliki Indonesia.

4. Afgan Syahreza

 
Penyanyi Solo berdarah Minang ini mungkin adalah Solois yang paling bersinar saat ini.
Sejak album pertamanya di rilis tahun 2008, Afgan telah mengoleksi berbagai penghargaan musik dari hampir semua Awards paling bergengsi di Indonesia, Malaysia dan Singapore.

5. Glenn Fredly

 
Musisi, Penyanyi dan Pencipta lagu dengan berbagai macam penghargaan. Hampir setiap lagunya adalah HITS yang tak mudah lekang oleh waktu. Selain itu lagu lagunya juga kerap di bawakan oleh Penyanyi Penyanyi top lainnya. Glenn Fredly pernah berumah tangga dengan Model, Presenter sekaligus penyanyi Dewi Sandra tetapi pernikahannya hanya bertahan delapan bulan. Glenn juga masih merupakan sepupu dari penyanyi Ello.

6. Vidi Aldiano

 
Vidi Aldiano adalah salah satu figur Penyanyi muda berbakat Indonesia yang kerap di sejajarkan dengan Afgan Syahreza. Vidi Aldiano mulai menyita perhatian pencinta musik Indonesia setelah merilis sebuah single berjudul Nuansa Bening. Selain memiliki suara indah, Vidi juga lihai bermain Piano dan juga mencipta lagu.

7. Petra Sihombing

 
Penyanyi kelahiran Jakarta 10 April 1992 ini mungkin cocok di jadikan sebagai Role Model oleh para remaja Indonesia. Keberhasilan Petra berkarir di dunia musik tidaklah dia dapatkan dengan mudah. Bahkan dia sempat beberapa kali di tolak oleh berbagai label rekaman sampai akhirnya dia memilih jalur indie. Petra terpaksa menjual mobil kesayangannya untuk membiayai album pertamanya yang di beri label “Petra”. Sebuah single berjudul “Cinta tak kemana mana” sukses melambungkan namanya dan menempatkannya di jajaran Top penyanyi pria Favorit di Indonesia. Selain menyanyi, Petra juga pandai bermain Guitar dan Piano.

8. Ello

 
Ello yang memiliki nama lengkap Marcello Tahitoe merupakan anak dari penyanyi Diana nasution. Dia juga adalah sepupu dari Glenn Fredly. Ello memulai debutnya di dunia musik lewat album “Pergi untuk Kembali” yang merupakan salah satu album terlaris pada tahun 2005. Lewat album tersebut Ello di ganjar dua penghargaan sekaligus pada Anugerah Musik Indonesia 2005 sebagai Penyanyi Pendatang Baru Terbaik dan Album Terbaik. Ello juga seorang Pencipta lagu, Guitarist dan Pianist. Selain itu Ello juga di kenal sebagai Model Iklan dan Brand Ambassador sebuah Produk Shampoo terkenal.

9. Marcel Siahaan

 
Eks suami Novelist sekaligus Penyanyi Dewi Lestari ini tetap eksis di belantika musik Indonesia meskipun gempuran penyanyi muda semakin banyak.
Marcell kini telah menikah lagi dengan Rima Melati Adam yang merupakan mantan Finalis Miss Singapore Universe berdarah Indonesia namun berkebangsaan Inggris.
Marcell Siahaan mulai terkenal setelah berduet dengan mantan VJ MTV Asia Shanty lewat lagu “Hanya Memuji” pada tahun 2002. Sejak saat itu Marcell Siahaan terus menelurkan album yang selalu menjadi Top Chart di berbagai stasiun TV dan Radio Indonesia. Selain menyanyi, Marcell juga menggeluti dunia Akting.

10.Mike Mohede

 
Mike Mohede adalah Juara Indonesian Idol season 2 bersama Judika.
Sepanjang perjalanannya di Kontes Indonesian Idol, Mike Mohede adalah kontestan yang selalu menuai pujian di setiap penampilannya. Tak heran jika dia berhasil mengalahkan Judika di babak Grand Final.
Mike juga terpilih sebagai Idol Indonesia terbaik dan berhak menjadi wakil Indonesia pada ajang Asian Idol. Sayangnya di ajang Asian Idol Mike Mohede yang sempat di ganang akan menjadi pemenang oleh para dewan juri justru di kalahkan oleh Hadi Mirza dari Singapore.

17 Top Rank Penyanyi Wanita Indonesia Dengan Vocal Terbaik

17 Penyanyi Wanita Terbaik Milik Indonesia Sepanjang Masa + Top Ten Best New Comer Female Singer

Inilah daftar penyanyi wanita Indonesia (genre pop-rock) yang punya suara paling khas dan berkarakter. Setelah saya meriset dan menimbang-nimbang sedikit, akhirnya keluarlah 17 nama di bawah ini Versi Tabloid Remaja. Apa dasarnya?
Mudah saja! coba membayangkan jika cuma mendengarkan suara mereka saat bernyanyi, sambil memejamkan mata (merem) dan walaupun lagu yang dinyanyikan belum pernah saya dengar sebelumnya. Saya tetap bisa dengan mudah menebak siapa penyanyinya. Mereka adalah :

1. Melly Goeslaw
Mellyana Goeslaw Hoed, lebih akrab dengan panggilan panggung Melly Goeslaw (lahir 7 Januari 1974adalah seorang penyanyi dan penulis lagu berkebangsaan Indonesia yang banyak digandrungi oleh penyanyi-penyanyi lainnya, Putri tunggal dari pasangan Ersi Sukaesih dan (Alm) Melky Goeslaw serta istri dari Anto Hoed ini telah sukses menciptakan banyak lagu, diantaranya lagu berjudul “Jika” di mana Melly Goeslaw berduet bersama Ari Lasso, kemudian disusul dengan kesuksesannya menciptakan lagu “Menghitung Hari” yang dibawakan oleh Krisdayanti serta lagu “Hati Yang Terpilih” yang dibawakan oleh Rossa, dan langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Selain itu bersama suaminya dia mendirikan grup mussik Potret. Melly menganut agama Islam setelah bernikah dengan Anto pada tahun 1995 silam. Kini mereka dikaruniai dua orang anak lelaki. Anak pertama mereka Anakku Lelaki Hoed (Ale) lahir pada 22 Agustus 2000, disusul anak kedua mereka Pria Bernama Hoed (Abe) yang lahir 9 Mei 2003. Selain telah mengorbitkan banyak penyanyi Melly Goeslaw adalah seorang komposer yang sangat hebat, dia mampu menciptakan lagu – lagu yang tidak kalah hebat, seperti dialbum solonya yang pertama “melly” , Melly mengajak Ari Lasso untuk berduet dengannya, dan lagu tersebut berjudul “Jika”, lagu itu sukses dipasaran.
2. Ruth Sahanaya
Ruth Sahanaya (lahir di Bandung, Jawa Barat, 1 September 1966) adalah seorang penyanyi Indonesia dan dianggap sebagai salah satu diva Indonesia bersama Krisdayanti dan Titi Dwijayati. Karier musiknya dimulai sejak tahun 1987 saat ia menghasilkan album pertamanya. Ia adalah istri dari aktor Indonesia, Jeffrey Waworuntu.
3. Vina Panduwinata
Vina Dewi Sastaviyana Panduwinata (lahir di Bogor, Jawa Barat, 6 Agustus 1959) adalah salah satu diva musik pop Indonesia. Lagunya yang terkenal adalah Burung Camar.
4. Anggun C. Sasmi
Anggun Cipta Sasmi (lahir di Jakarta, 29 April 1974) adalah penyanyi Indonesia yang saat ini telah memiliki kewarganegaraan Perancis. Ia merupakan putri dari Darto Singo, seorang seniman Indonesia, dan Dien Herdina, seorang perempuan yang masih kerabat Keraton Yogyakarta. Ia mengawali kariernya dengan tampil di panggung Ancol di usia tujuh tahun, lalu merekam album anak-anak dua tahun kemudian. Di bawah bimbingan musisi Ian Antono, Anggun merekam album studio pertamanya di Indonesia berjudul Dunia Aku Punya pada tahun 1986. Namun, nama Anggun baru melambung setelah merilis singel berjudul “Mimpi” pada tahun 1989. Pada usianya yang masih sangat muda Anggun telah berhasil menggapai puncak popularitasnya sebagai penyanyi rock di Indonesia dengan diraihnya penghargaan “Artis Indonesia Terpopuler 1990-1991″. Pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan bantuan Erick Benzi, seorang produser besar Perancis, pada tahun 1997, Anggun berhasil merilis album internasional pertamanya berjudul Snow on the Sahara di 33 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat yang menjadi baromoeter musik internasional. Sejak saat itu Anggun telah menghasilkan sebanyak lima album internasional yang direkam dalam multi-bahasa, terutama bahasa Inggris dan bahasa Perancis. Anggun juga telah berkolaborasi dengan banyak artis mancanegara, termasuk di antaranya Julio Iglesias, Peter Gabriel, dan Pras Michel dari grup The Fugees. Anggun merupakan penyanyi Indonesia pertama yang berhasil menerobos blantika musik internasional dan album-albumnya telah meraih penghargaan gold dan platinum di beberapa negara Eropa. Anggun telah menjual lebih dari 10 juta kopi rekaman sepanjang perjalanan kariernya.[1] Beberapa penghargaan telah diraih Anggun atas pencapaiannya, termasuk di antaranya anugerah prestisius “Chevalier des Arts et Lettres” dari pemerintah Perancis. Anggun juga telah dua kali didaulat menjadi juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu duta Mikrokredit pada tahun 2005 dan duta Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2009.
5. Nicky Astria
Nicky Astria (lahir di Bandung, 18 Oktober 1967) adalah seorang penyanyi rock asal Indonesia. Bakat Nicky ditemukan oleh sang legenda gitaris rock bernama Ian Antono pada sebuah malam ekspresi seni antar-SMA. Beberapa tembang lagu yang melambungkan namanya adalah Tangan-tangan Setan, Jarum Neraka, dan Pijar.
6. Nike Ardila (Alm)
Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi atau Nike Ardilla (lahir di Bandung, Jawa Barat, 27 Desember 1975 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 19 Maret 1995 pada umur 19 tahun) adalah penyanyi dan artis berkebangsaan Indonesia. Ia tewas pada 19 Maret 1995 ketika mobil Honda Civic yang dikendarainya menghantam beton di jalan RE Martadinata di kota Bandung. Ia meninggal dunia di saat popularitasnya sedang memuncak. Nike Ardilla merupakan penyanyi, bintang film, model, bintang iklan dan seniman paling sukses di semua bidang entertainment dan di Indonesia belum ada orang lain yang sukses di semua bidang entertainment.[rujukan?] Walaupun sudah wafat akan tetapi Nike Ardilla Masih produktif mengeluarkan album, meskipun albumnya masih sama, hanya berganti cover saja.[1] Selama sejarah entertainment Indonesia ada, hanya Nike Ardilla artis satu-satunya yang mendapatkan penghormatan paling tinggi dimana setiap tanggal kelahirannya dan kematiannya selalu diperingati.[2]. Boleh dikatakan hanya Nike Ardilla artis dengan pengaruh besar di industri hiburan Indonesia bahkan Asia. Nama Nike Ardilla mungkin bisa disejajarkan dengan Bruce Lee.
7. Rossa Rossa
yang memiliki nama lengkap Sri Rossa Roslaina Handiyani (lahir di Sumedang, 9 Oktober 1978) merupakan penyanyi Indonesia dengan terkenal lagu musik nasional dalam lagu ibu kota nasional di Jakarta yang melejit lewat tembang-tembang sendunya seperti Nada-Nada Cinta, Tegar, Hati Yang Terpilih, Atas Nama Cinta, Kini, Ayat-Ayat Cinta, Hey Ladies, Hati Yang Kau Sakiti, Tega, Cerita Cinta, Pudar, Ayar Ayat Cinta,Tega, Memeluk Bulan,dan Ku Menunggu. Ia adalah mantan istri Yoyo, anggota band Padi Rossa dalam perusahaan studio rekaman label musik record video produki oleh Musica Studios (Musica) kota membasis di Jakarta.
8. Audy Paula Allodya Item
(lebih dikenal dengan Audy; lahir di Jakarta, 23 April 1983) adalah seorang penyanyi Indonesia yang merupakan anak dari pasangan musisi jazz senior Jopie Item dan Evie Aquanthie Aziz.
9. Gita Gutawa
Aluna Sagita Gutawa (atau lebih dikenal dengan Gita Gutawa; lahir di Jakarta, 11 Agustus 1993) adalah penyanyi remaja Indonesia yang memiliki suara sopran.
10. Agnes Monica
Agnes Monica Muljoto (lahir di Jakarta, 1 Juli 1986) adalah seorang penyanyi dan artis berkebangsaan Indonesia. Ia memulai kariernya di industri hiburan pada usia enam tahun sebagai seorang penyanyi cilik. Agnes telah merilis tiga album anak-anak yang berhasil mengantarkan namanya ke deretan penyanyi cilik populer di era 1990-an. Selain bernyanyi, Agnes kemudian juga menjadi presenter di beberapa acara televisi anak-anak. Saat menginjak usia remaja, Agnes mulai terjun ke dunia seni peran. Penampilannya di sinetron Pernikahan Dini (2001) berhasil melambungkan namanya. Agnes kemudian membintangi sederet judul sinetron yang menjadikannya artis remaja dengan bayaran termahal saat itu. Pada tahun 2003, Agnes merilis album dewasa pertamanya yang berjudul And the Story Goes, yang kembali melejitkan namanya di industri musik Indonesia. Kesuksesannya di tanah air mendorong Agnes memasang target untuk bisa berkarier di kancah internasional. Pada album keduanya yang dirilis pada tahun 2005, Whaddup A’..?!, ia menggandeng penyanyi asal Amerika Serikat Keith Martin untuk berkolaborasi. Agnes juga terlibat dalam syuting dua serial drama Asia, The Hospital dan Romance In the White House di Taiwan. Agnes berhasil meraih penghargaan dua tahun berturut-turut atas penampilannya di ajang Asia Song Festival di Seoul, Korea Selatan, pada tahun 2008 dan 2009. Pada album ketiganya, Sacredly Agnezious (2009), Agnes mulai terlibat sebagai produser dan penulis lagu. Pada tahun 2010, ia diangkat sebagai salah satu juri pada ajang pencarian bakat Indonesian Idol. Agnes juga menjadi salah satu pemandu acara pada karpet merah pegelaran American Music Awards 2010 di Los Angeles, Amerika Serikat. Seiring dengan melesatnya Agnes ke puncak popularitas, penampilan dan gaya berbusananya menjadi tren di kalangan anak muda. Selain sukses secara komersial, Agnes merupakan penyanyi dengan jumlah penghargaan paling banyak di Indonesia. Ia telah memenangkan puluhan trofi, termasuk di antaranya sepuluh Anugerah Musik Indonesia, tujuh Panasonic Awards, dan empat MTV Indonesia Awards. Selain itu, Agnes telah dipercaya menjadi duta anti narkoba se-Asia serta duta MTV EXIT dalam memberantas perdagangan manusia.
11. Titi DJ
Titi Dwijayati, yang lebih dikenal sebagai Titi DJ (lahir di Jakarta, 27 Mei 1966), adalah penyanyi, diva pop,aktris dan penulis lagu Indonesia. Ia tergabung dalam kelompok 3 Diva yang juga beranggotakan Krisdayanti dan Ruth Sahanaya dan sebelumnya pernah tergabung dalam kelompok musik Adarapta yang beranggotakan Atiek CB, Endah Soebroto dan Titiek Hamzah. Ia merupakan salah satu juri dalam acara pencarian bakat menyanyi, Indonesian Idol 2004-2008. Ia pernah mengikuti ajang Miss World tahun 1983 di London, Inggris. Lagu-lagunya yang menjadi hits antara lain Imajinasi (1984), Yang Pertama Yang Bahagia (1986), Ekspresi (1988), Titi DJ 1989 (1989), Dunia Boleh Tertawa (1990), Bintang Bintang (1994), Kuingin (1996), dan Bahasa Kalbu (1999).
12. Krisdayanti
Krisdayanti, atau sering disingkat KD, Yanti atau Kris (lahir di Batu, Jawa Timur, 24 Maret 1975) adalah seorang artis dan penyanyi Indonesia. Krisdayanti adalah adik kandung dari penyanyi Yuni Shara.Ia merupakan anak dari pasangan Trenggono dan Rachma Widadiningsih. Pada usia 9 tahun, ia mengisi lagu pengiring dalam film Megaloman. Tiga tahun kemudian, ia membuat album pertamanya, Burung-Burung Malam, disusul dengan OST Catatan Si Emon. Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, Yanti berpartisipasi pada banyak kompetisi menyanyi dan pertunjukan model. Pada tahun 1991, ia menjadi finalis pada GADIS Sampul, kontes sampul wanita. Pada saat itu juga, ia bertemu James Sundah dan merekam dua lagu untuknya. Dengan itu, Yanti mulai menerima banyak undangan untuk menyanyi dan menjadi model. Yanti bertemu dengan Younky Soewarno dan Chris Pattikawa. Lewat arahan mereka pula, Krisdayanti mengikuti acara Asia Bagus dan menjuarai grand final festival Asia Bagus di Jepang pada tahun 1992. Berbekal kemenanganya di Asia Bagus, Krisdayanti merekam album di Singapura dengan label Pony Canyon dan selanjutnya mengeluarkan singel yang hanya beredar di Singapura dan Jepang.[4] Pada tahun 1997, Krisdayanti terpilih sebagai “The Best of Asia Bagus” (Yang terbaik dari Asia Bagus). Ia juga memenangkan beberapa penghargaan seperti “Album Indonesia Terbaik” di Malaysia pada tahun 1999, penghargaan musik video MTV juga menganugerahi Krisdayanti dengan penghargaan “Most Wanted Female Artist” dan “Most Wanted Indonesian Video”. Sepanjang tahun 2004, ia mengadakan delapan kali konser di berbagai tempat, termasuk di kancah internasional. Lagu-lagunya yang selalu jadi hits dan seringnya mengadakan konser menjadikannya sebagai aktris termahal, bahkan, majalah Swa menulis penghasilannya dalam setahun lebih besar dari gaji presiden Indonesia. Krisdayanti masuk kedalam salah satu dari 6 wanita paling berkilau di televisi tahun 1996 versi tabloid Bintang Indonesia, dan juga merupakan salah satu dari 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007. Ia menduduki peringkat 31 pada daftar tersebut. Yanti juga merupakan bintang film termahal di Indonesia Ia menikah dengan Anang Hermansyah, musisi dari Jember, Jawa Timur. Rumah tangga mereka dikaruniai satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. Rumah tangga mereka sering diserang gosip tentang perselingkuhan, seperti gosip perselingkuhan dengan Dicky Wahyudi, gitaris Tohpati, dan Ari Sigit (cucu mantan Presiden Soeharto).Semua gosip ini dibantah oleh Krisdayanti dan menyatakan hubungannya dengan suaminya baik-baik saja. Perkawinan ini berakhir pada pertengahan Agustus 2009 atas permintaan dari pihak Krisdayanti.
13. Reza Artamevira
Reza Artamevia Adriana Eka Suci (lahir di Jakarta, 29 Mei 1975) adalah seorang penyanyi Indonesia. Penyanyi berdarah campuran Jawa dan Sunda dengan suara altonya yang khas ini pertama kali tampil pada tahun 1997 dan melesat bak meteor ke deretan papan atas penyanyi solo wanita Indonesia. Reza Artamevia terlahir dalam keluarga yang memiliki darah seni. Kakeknya memiliki sanggar tari Jawa dan ibunya yang Keturunan solo sering menari di Istana Negara dari zaman pemerintahan Presiden Soekarno sampai Presiden Soeharto. Selain profesional dalam dunia tarik suara, Reza sendiri juga gemar menari dan ia menguasai beberapa tarian Jawa klasik.
14. Bunga Citra Lestari
Bunga Citra Lestari (lahir di Jakarta, 22 Maret 1983, sering disebut dengan BCL) adalah seorang penyanyi dan aktris sinetron dalam dunia hiburan Indonesia. Putri pasangan Muchlis Rusli dan Emmy Syarif ini menghabiskan masa SMP-nya di Lhokseumawe, Aceh, lalu pindah ke Jakarta. Lagu hit-nya yang berjudul Sunny juga mengisi soundtrack untuk film Cinta Pertama. Ia pernah berduet dengan Pas Band yang merupakan awal kariernya di dunia musik.
15. Mulan Jameela
Mulan Jameela (lahir di Garut, Jawa Barat, 23 Agustus 1979, nama lahir Raden Terry Tantri Wulansari) adalah seorang penyanyi Indonesia. Sebelumnya ia juga dikenal sebagai Mulan Kwok. Awal popularitasnya dimulai saat menjadi vokalis grup Ratu di awal tahun 2005. Setelah berpisah dari Ratu di tahun 2007, Mulan merilis album solo perdananya Mulan Jameela di tahun 2008.
16.Tantri Kotak
Tantri Syalindri Ichlasari atau dikenal sebagai Tantri Kotak (lahir di Tangerang, Indonesia, 9 Agustus 1989) merupakan seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia yang juga merupakan vokalis dari grup musik Kotak. Pada tahun 2008, ia menjadi vokalis menggantikan Pare yang keluar.
17. Terry
Meskipun tergolong penyanyi pop komersil, namun teknik vokal dan improvisasinya tak kalah dengan diva papan atas. Bakat menyanyinya termasuk langka untuk ditemukan saat ini.
Di Era baru Terlahir Penyanyi Wanita Berbakat Dan Bersuara Emas, diantaranya:
  1. Fatin Shidqia Lubis
  2. Novita Dewi
  3. Raisa
  4. Lea Simajuntak
  5. Kamasean Mathew
  6. Regina Ivanova
  7. Citra Scholastica
  8. Momo Geisha
  9. Indah Dewi Pertiwi
  10. Shena Malsiana

Sejarah Musik Rock Indonesia

Awal Mula

Embrio kelahiran scene musik rock underground di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 70-an sebagai pendahulunya. Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy(Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Istilah underground sendiri sebenarnya sudah digunakan Majalah Aktuil sejak awal era 70- an. Istilah tersebut digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir asal Bandung itu untuk mengidentifikasi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang lebih `liar’ dan `ekstrem’ untuk ukuran jamannya. Padahal kalau mau jujur, lagu-lagu yang dimainkan band- band tersebut di atas bukanlah lagu karya mereka sendiri, melainkan milik band-band luar negeri macam Deep Purple, Jefferson Airplane, Black Sabbath, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Rolling Stones hingga ELP. Tradisi yang kontraproduktif ini kemudian mencatat sejarah
namanya sempat mengharum di pentas nasional. Sebut saja misalnya El Pamas, Grass Rock (Malang), Power Metal (Surabaya), Adi Metal Rock (Solo), Val Halla (Medan) hingga Roxx (Jakarta). Selain itu Log jugalah yang membidani lahirnya label rekaman rock yang pertama di Indonesia, Logiss Records. Produk pertama label ini adalah album
ketiga God Bless, “Semut Hitam” yang dirilis tahun 1988 dan ludes hingga 400.000 kaset di seluruh Indonesia.
Menjelang akhir era 80-an, di seluruh dunia waktu itu anak-anak muda sedang mengalami demam musik thrash metal. Sebuah perkembangan style musik metal yang lebih ekstrem lagi dibandingkan heavy metal. Band- band yang menjadi gods-nya antara lain Slayer, Metallica, Exodus, Megadeth, Kreator, Sodom, Anthrax hingga Sepultura. Kebanyakan kota- kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Malang hingga Bali, scene undergroundnya pertama kali lahir dari genre musik ekstrem tersebut. Di Jakarta sendiri komunitas metal pertama kali tampil di depan publik pada awal tahun 1988. Komunitas anak metal (saat itu istilah underground belum populer) ini biasa hang out di Pid Pub, sebuah pub kecil di kawasan pertokoan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Menurut Krisna J. Sadrach, frontman Sucker Head, selain nongkrong, anak-anak yang hang out di sana oleh Tante Esther, owner Pid Pub, diberi kesempatan untuk bisa manggung di sana. Setiap malam minggu biasanya selalu ada live show dari band-band baru di Pid Pub dan kebanyakan band-band tersebut mengusung musik rock atau metal.
Band-band yang sering hang out di scene Pid Pub ini antara lain Roxx (Metallica & Anthrax), Sucker Head (Kreator & Sepultura), Commotion Of Resources (Exodus), Painfull Death, Rotor (Kreator), Razzle (GN’R), Parau (DRI & MOD), Jenazah, Mortus hingga Alien Scream (Obituary). Beberapa band diatas pada perjalanan berikutnya banyak yang membelah diri menjadi band-band baru. Commotion Of Resources adalah cikal bakal band gothic metal Getah, sedangkan Parau adalah embrio band death metal lawas Alien Scream. Selain itu Oddie, vokalis Painfull Death selanjutnya membentuk grup industrial Sic Mynded di Amerika Serikat bersama Rudi Soedjarwo (sutradara Ada Apa Dengan Cinta?). Rotor sendiri dibentuk pada tahun 1992 setelah cabutnya gitaris Sucker Head, Irvan Sembiring yang merasa konsep musik Sucker Head saat itu masih kurang ekstrem baginya.
Semangat yang dibawa para pendahulu ini memang masih berkutat pola tradisi `sekolah lama’, bangga menjadi band cover version! Di antara mereka semua, hanya Roxx yang beruntung bisa rekaman untuk single pertama mereka, “Rock Bergema”. Ini terjadi karena mereka adalah salah satu finalis Festival Rock Se-Indonesia ke-V. Mendapat kontrak rekaman dari label adalah obsesi yang terlalu muluk saat itu. Jangankan rekaman, demo rekaman bisa diputar di radio saja mereka sudah bahagia. Saat itu stasiun radio yang rutin mengudarakan musik- musik rock/metal adalah Radio Bahama, Radio Metro Jaya dan Radio SK. Dari beberapa radio tersebut mungkin yang paling legendaris adalah Radio Mustang. Mereka punya program bernama Rock N’ Rhythm yang
mengudara setiap Rabu malam dari pukul 19.00 – 21.00 WIB. Stasiun radio ini bahkan sempat disatroni langsung oleh dedengkot thrash metal Brasil, Sepultura, kala mereka datang ke Jakarta bulan Juni 1992. Selain medium radio, media massa yang kerap mengulas berita- berita rock/metal pada waktu itu hanya Majalah HAI, Tabloid Citra Musik dan Majalah Vista.
Selain hang out di Pid Pub tiap akhir pekan, anak-anak metal ini sehari-harinya nongkrong di pelataran Apotik Retna yang terletak di daerah Cilandak, Jakarta Selatan. Beberapa selebritis muda yang dulu sempat nongkrong bareng (groupies?) anak-anak metal ini antara lain Ayu Azhari, Cornelia Agatha, Sophia Latjuba, Karina Suwandi hingga Krisdayanti. Aktris Ayu Azhari sendiri bahkan sempat dipersunting sebagai istri oleh (alm) Jodhie Gondokusumo yang merupakan vokalis Getah dan juga
mantan vokalis Rotor.
Tak seberapa jauh dari Apotik Retna, lokasi lain yang sering dijadikan lokasi rehearsal adalah Studio One Feel yang merupakan studio latihan paling legendaris dan bisa dibilang hampir semua band- band rock/metal lawas ibukota pernah rutin berlatih di sini. Selain Pid Pub, venue alternatif tempat band-band rock underground
manggung pada masa itu adalah Black Hole dan restoran Manari Open Air di Museum Satria Mandala (cikal bakal Poster Café). Diluar itu, pentas seni MA dan acara musik kampus sering kali pula di “infiltrasi” oleh band-band metal tersebut. Beberapa pensi yang historikal di antaranya adalah Pamsos (SMA 6 Bulungan), PL Fair (SMA
Pangudi Luhur), Kresikars (SMA 82), acara musik kampus Universitas
Nasional (Pejaten), Universitas Gunadarma, Universitas Indonesia (Depok), Unika Atmajaya Jakarta, Institut Teknologi Indonesia (Serpong) hingga Universitas Jayabaya (Pulomas).
Berkonsernya dua supergrup metal internasional di Indonesia, Sepultura (1992) dan Metallica (1993) memberi kontribusi cukup besar bagi perkembangan band-band metal sejenis di Indonesia. Tak berapa lama setelah Sepultura sukses “membakar” Jakarta dan Surabaya, band speed metal Roxx merilis album debut self-titled mereka di bawah
label Blackboard. Album kaset ini kelak menjadi salah satu album speed metal klasik Indonesia era 90-an. Hal yang sama dialami pula oleh Rotor. Sukses membuka konser fenomenal Metallica selama dua hari berturut-turut di Stadion Lebak Bulus, Rotor lantas merilis album thrash metal major labelnya yang pertama di Indonesia, Behind The 8th Ball (AIRO). Bermodalkan rekomendasi dari manajer tur Metallica dan honor 30 juta rupiah hasil dua kali membuka konser Metallica, para personel Rotor (minus drummer Bakkar Bufthaim) lantas eksodus ke negeri Paman Sam untuk mengadu nasib. Sucker Head sendiri tercatat paling telat dalam merilis album debut dibanding band
seangkatan mereka lainnya. Setelah dikontrak major label lokal, Aquarius
Musikindo, baru di awal 1995 mereka merilis album `The Head Sucker’. Hingga kini Sucker Head tercatat sudah merilis empat buah album.
Dari sedemikian panjangnya perjalanan rock underground di tanah air, mungkin baru di paruh pertama dekade 90-anlah mulai banyak terbentuk scene-scene underground dalam arti sebenarnya di Indonesia. Di Jakarta sendiri konsolidasi scene metal secara masif berpusat di Blok M sekitar awal 1995. Kala itu sebagian anak-anak metal sering
terlihat nongkrong di lantai 6 game center Blok M Plaza dan di sebuah resto waralaba terkenal di sana. Aktifitas mereka selain hang out adalah bertukar informasi tentang band-band lokal daninternasional, barter CD, jual-beli t-shirt metal hingga merencanakan pengorganisiran konser. Sebagian lagi yang lainnya memilih hang out di basement Blok Mall yang kebetulan letaknya berada di bawah tanah.
Pada era ini hype musik metal yang masif digandrungi adalah subgenre yang makin ekstrem yaitu death metal, brutal death metal, grindcore, black metal hingga gothic/doom metal. Beberapa band yang makin mengkilap namanya di era ini adalah Grausig, Trauma, Aaarghhh, Tengkorak, Delirium Tremens, Corporation of Bleeding, Adaptor, Betrayer, Sadistis, Godzilla dan sebagainya. Band grindcore Tengkorak pada tahun 1996 malah tercatat sebagai band yang pertama kali merilis mini album secara independen di Jakarta dengan judul `It’s A Proud To Vomit Him’. Album ini direkam secara profesional di Studio Triple M, Jakarta dengan sound engineer Harry Widodo (sebelumnya pernah menangani album Roxx, Rotor, Koil, Puppen dan PAS).
Tahun 1996 juga sempat mencatat kelahiran fanzine musik underground pertama di Jakarta, Brainwashed zine. Edisi pertama Brainwashed terbit 24 halaman dengan menampilkan cover Grausig dan profil band Trauma, Betrayer serta Delirium Tremens. Di ketik di komputer berbasis system operasi Windows 3.1 dan lay-out cut n’ paste tradisional, Brainwashed kemudian diperbanyak 100 eksemplar dengan mesin foto kopi milik saudara penulis sendiri. Di edisi-edisi berikutnya Brainwashed mengulas pula band-band hardcore, punk bahkan ska. Setelah terbit fotokopian hingga empat edisi, di tahun 1997 Brainwashed sempat dicetak ala majalah profesional dengan cover
penuh warna. Hingga tahun 1999 Brainwashed hanya kuat terbit hingga tujuh edisi, sebelum akhirnya di tahun 2000 penulis menggagas format e-zine di internet (www.bisik.com). Media-media serupa yang selanjutnya lebih konsisten terbit di Jakarta antara lain Morbid Noise zine, Gerilya zine, Rottrevore zine, Cosmic zine dan
sebagainya.
29 September 1996 menandakan dimulainya sebuah era baru bagi perkembangan rock underground di Jakarta. Tepat pada hari itulah digelar acara musik indie untuk pertama kalinya di Poster Café. Acara bernama “Underground Session” ini digelar tiap dua minggu sekali pada malam hari kerja. Café legendaris yang dimiliki rocker gaek
Ahmad Albar ini banyak melahirkan dan membesarkan scene musik indie baru yang memainkan genre musik berbeda dan lebih variatif. Lahirnya scene Brit/indie pop, ledakan musik ska yang fenomenal era 1997 – 2000 sampai tawuran massal bersejarah antara sebagian kecil massa Jakarta dengan Bandung terjadi juga di tempat ini. Getah,
Brain The Machine, Stepforward, Dead Pits, Bloody Gore, Straight Answer, Frontside, RU Sucks, Fudge, Jun Fan Gung Foo, Be Quiet, Bandempo, Kindergarten, RGB, Burning Inside, Sixtols, Looserz, HIV, Planet Bumi, Rumahsakit, Fable, Jepit Rambut, Naif, Toilet Sounds, Agus Sasongko & FSOP adalah sebagian kecil band-band yang `kenyang’ manggung di sana.
10 Maret 1999 adalah hari kematian scene Poster Café untuk selama- lamanya. Pada hari itu untuk terakhir kalinya diadakan acara musik di sana (Subnormal Revolution) yang berujung kerusuhan besar antara massa punk dengan warga sekitar hingga berdampak hancurnya beberapa mobil dan unjuk giginya aparat kepolisian dalam membubarkan massa. Bubarnya Poster Café diluar dugaan malah banyak melahirkan venue- venue alternatif bagi masing-masing scene musik indie. Café Kupu- Kupu di Bulungan sering digunakan scene musik ska, Pondok Indah Waterpark, GM 2000 café dan Café Gueni di Cikini untuk scene Brit/indie pop, Parkit De Javu Club di Menteng untuk gigs punk/hardcore dan juga indie pop. Belakangan BB’s Bar yang super- sempit di Menteng sering disewa untuk acara garage rock-new wave-mellow punk juga rock yang kini sedang hot, seperti The Upstairs, Seringai, The Brandals, C’mon Lennon, Killed By Butterfly, Sajama Cut,
Devotion dan banyak lagi. Di antara semuanya, mungkin yang paling `netral’ dan digunakan lintas-scene cuma Nirvana Café yangterletak di basement Hotel Maharadja, Jakarta Selatan. Di tempat ini pulalah, 13 Januari 2002 silam, Puppen `menghabisi riwayat’ mereka dalam sebuah konser bersejarah yang berjudul, “Puppen : Last Show Ever”, sebuah rentetan show akhir band Bandung ini sebelum membubarkan diri.
Scene Punk/Hardcore/Brit/Indie Pop
Invasi musik grunge/alternative dan dirilisnya album Kiss This dari Sex Pistols pada tahun 1992 ternyata cukup menjadi trigger yang ampuh dalam melahirkan band-band baru yang tidak memainkan musik metal. Misalnya saja band Pestol Aer dari komunitas Young Offender yang diawal kiprahnya sering meng-cover lagu-lagu Sex Pistols lengkap dengan dress-up punk dan haircut mohawknya. Uniknya, pada perjalanan selanjutnya, sekitar tahun 1994, Pestol Aer kemudian mengubah arah musik mereka menjadi band yang mengusung genre british/indie pop ala The Stone Roses. Konon, peristiwa historik ini
kemudian menjadi momen yang cukup signifikan bagi perkembangan scene british/indie pop di Jakarta. Sebelum bubar, di pertengahan 1997 mereka sempat merilis album debut bertitel `…Jang Doeloe’. Generasi awal dari scene brit pop ini antara lain adalah band Rumahsakit, Wondergel, Planet Bumi, Orange, Jellyfish, Jepit Rambut, Room-V,
Parklife hingga Death Goes To The Disco.
Pestol Aer memang bukan band punk pertama, ibukota ini di tahun 1989 sempat melahirkan band punk/hardcore pionir Antiseptic yang kerap memainkan nomor-nomor milik Black Flag, The Misfits, DRI sampai Sex Pistols. Lukman (Waiting Room/The Superglad) dan Robin (Sucker Head/Noxa) adalah alumnus band ini juga. Selain sering manggung di Jakarta, Antiseptic juga sempat manggung di rockfest legendaris Bandung, Hullabaloo II pada akhir 1994. Album debut Antiseptic sendiri yang bertitel `Finally’ baru rilis delapan tahun kemudian (1997) secara D.I.Y. Ada juga band alternatif seperti Ocean yang memainkan musik ala Jane’s Addiction dan lainnya, sayangnya mereka tidak sempat merilis rekaman.
Selain itu, di awal 1990, Jakarta juga mencetak band punk rock The Idiots yang awalnya sering manggung meng-cover lagu-lagu The Exploited. Nggak jauh berbeda dengan Antiseptic, baru sembilan tahun kemudian The Idiots merilis album debut mereka yang bertitel `Living Comfort In Anarchy’ via label indie Movement Records. Komunitas-
komunitas punk/hardcore juga menjamur di Jakarta pada era 90-an tersebut. Selain komunitas Young Offender tadi, ada pula komunitas South Sex (SS) di kawasan Radio Dalam, Subnormal di Kelapa Gading, Semi-People di Duren Sawit, Brotherhood di Slipi, Locos di Blok M hingga SID Gank di Rawamangun.
Sementara rilisan klasik dari scene punk/hardcore Jakarta adalah album kompilasi Walk Together, Rock Together (Locos Enterprise) yang rilis awal 1997 dan memuat singel antara lain dari band Youth Against Fascism, Anti Septic, Straight Answer, Dirty Edge dan sebagainya. Album kompilasi punk/hardcore klasik lainnya adalah Still One, Still Proud (Movement Records) yang berisikan singel dari Sexy Pig, The Idiots, Cryptical Death hingga Out Of Control.
Bandung scene
Di Bandung sekitar awal 1994 terdapat studio musik legendaris yang menjadi cikal bakal scene rock underground di sana. Namanya Studio Reverse yang terletak di daerah Sukasenang. Pembentukan studio ini digagas oleh Richard Mutter (saat itu drummer PAS) dan Helvi. Ketika semakin berkembang Reverse lantas melebarkan sayap bisnisnya dengan
membuka distro (akronim dari distribution) yang menjual CD, kaset, poster, t-shirt, serta berbagai aksesoris import lainnya. Selain distro, Richard juga sempat membentuk label independen 40.1.24 yang rilisan pertamanya di tahun 1997 adalah kompilasi CD yang bertitel “Masaindahbangetsekalipisan.” Band-band indie yang ikut serta di kompilasi ini antara lain adalah Burger Kill, Puppen, Papi, Rotten To The Core, Full of Hate dan Waiting Room, sebagai satu- satunya band asal Jakarta.
Band-band yang sempat dibesarkan oleh komunitas Reverse ini antara lain PAS dan Puppen. PAS sendiri di tahun 1993 menorehkan sejarah sebagai band Indonesia yang pertama kali merilis album secara independen. Mini album mereka yang bertitel “Four Through The S.A.P” ludes terjual 5000 kaset dalam waktu yang cukup singkat. Mastermind yang melahirkan ide merilis album PAS secara independen tersebut adalah (alm) Samuel Marudut. Ia adalah Music Director Radio GMR, sebuah stasiun radio rock pertama di Indonesia yang kerap memutar demo-demo rekaman band-band rock amatir asal Bandung, Jakarta dan sekitarnya. Tragisnya, di awal 1995 Marudut ditemukan tewas tak bernyawa di kediaman Krisna Sucker Head di Jakarta. Yang mengejutkan, kematiannya ini, menurut Krisna, diiringi lagu The End dari album Best of The Doors yang diputarnya pada tape di kamar Krisna. Sementara itu Puppen yang dibentuk pada tahun 1992 adalah salah satu pionir hardcore lokal yang hingga akhir hayatnya di tahun 2002 sempat merilis tiga album yaitu, Not A Pup E.P. (1995), MK II (1998) dan Puppen s/t (2000). Kemudian menyusul Pure Saturday dengan albumnya yang self-titled. Album ini kemudian dibantu promosinya oleh Majalah Hai. Kubik juga mengalami hal yang sama, dengan cara bonus kaset 3 lagu sebelum rilis albumnya.
Agak ke timur, masih di Bandung juga, kita akan menemukan sebuah komunitas yang menjadi episentrum underground metal di sana, komunitas Ujung Berung. Dulunya di daerah ini sempat berdiri Studio Palapa yang banyak berjasa membesarkan band-band underground cadas macam Jasad, Forgotten, Sacrilegious, Sonic Torment, Morbus Corpse, Tympanic Membrane, Infamy, Burger Kill dan sebagainya. Di sinilah kemudian pada awal 1995 terbit fanzine musik pertama di Indonesia yang bernama Revograms Zine. Editornya Dinan, adalah vokalis band Sonic Torment yang memiliki single unik berjudul “Golok Berbicara”. Revograms Zine tercatat sempat tiga kali terbit dan kesemua materi isinya membahas band-band metal/hardcore lokal maupun internasional.
Kemudian taklama kemudian fanzine indie seperti Swirl, Tigabelas, Membakar Batas dan yang lainnya ikut meramaikan media indie. Ripple dan Trolley muncul sebagai majalah yang membahas kecenderungan subkultur Bandung dan jug lifestylenya. Trolley bangkrut tahun 2002, sementara Ripple berubah dari pocket magazine ke format majalah standar. Sementara fanzine yang umumnya fotokopian hingga kini masih terus eksis. Serunya di Bandung tak hanya musik ekstrim yang maju tapi juga scene indie popnya. Sejak Pure Saturday muncul, berbagai band indie pop atau alternatif, seperti Cherry Bombshell, Sieve, Nasi Putih hingga yang terkini seperti The Milo, Mocca, Homogenic. Begitu pula scene ska yang sebenarnya sudah ada jauh sebelum trend ska besar. Band seperti Noin Bullet dan Agent Skins sudah lama mengusung genre musik ini.
Siapapun yang pernah menyaksikan konser rock underground di Bandung pasti takkan melupakan GOR Saparua yang terkenal hingga ke berbagai pelosok tanah air. Bagi band-band indie, venue ini laksana gedung keramat yang penuh daya magis. Band luar Bandung manapun kalau belum di `baptis’ di sini belum afdhal rasanya. Artefak subkultur bawah tanah Bandung paling legendaris ini adalah saksi bisu digelarnya beberapa rock show fenomenal seperti Hullabaloo, Bandung Berisik hingga Bandung Underground. Jumlah penonton setiap acara-acara di atas tergolong spektakuler, antara 5000 – 7000 penonton! Tiket masuknya saja sampai diperjualbelikan dengan harga fantastis segala oleh para calo. Mungkin ini merupakan rekor tersendiri yang belum terpecahkan hingga saat ini di Indonesia untuk ukuran rock show underground.
Sempat dijuluki sebagai barometer rock underground di Indonesia, Bandung memang merupakan kota yang menawarkan sejuta gagasan-gagasan cerdas bagi kemajuan scene nasional. Booming distro yang melanda seluruh Indonesia saat ini juga dipelopori oleh kota ini. Keberhasilan menjual album indie hingga puluhan ribu keping yang dialami band Mocca juga berawal dari kota ini. Bahkan Burger Kill, band hardcore Indonesia yang pertama kali teken kontrak dengan major label, Sony Music Indonesia, juga dibesarkan di kota ini. Belum lagi majalah Trolley (RIP) dan Ripple yang seakan menjadi reinkarnasi Aktuil di jaman sekarang, tetap loyal memberikan porsi terbesar liputannya bagi band-band indie lokal keren macam Koil, Kubik, Balcony, The Bahamas, Blind To See, Rocket Rockers, The Milo, Teenage Death Star, Komunal hingga The S.I.G.I.T. Coba cek webzine Bandung, Death Rock Star (www.deathrockstar.tk) untuk membuktikannya. Asli, kota yang satu ini memang nggak ada matinya!
Scene Jogjakarta
Kota pelajar adalah julukan formalnya, tapi siapa sangka kalau kota ini ternyata juga menjadi salah satu scene rock underground terkuat di Indonesia? Well, mari kita telusuri sedikit sejarahnya. Komunitas metal underground Jogjakarta salah satunya adalah Jogja Corpsegrinder. Komunitas ini sempat menerbitkan fanzine metal Human Waste, majalah Megaton dan menggelar acara metal legendaris di sana, Jogja Brebeg. Hingga kini acara tersebut sudah terselenggara sepuluh kali! Band-band metal underground lawas dari kota ini antara lain Death Vomit, Mortal Scream, Impurity, Brutal Corpse, Mystis, Ruction.
Untuk scene punk/hardcore/industrial-nya yang bangkit sekitar awal 1997 tersebutlah nama Sabotage, Something Wrong, Noise For Violence, Black Boots, DOM 65, Teknoshit hingga yang paling terkini, Endank Soekamti. Sedangkan untuk scene indie rock/pop, beberapa nama yang patut di highlight adalah Seek Six Sick, Bangkutaman, Strawberry’s Pop sampai The Monophones. Selain itu, band ska paling keren yang pernah terlahir di Indonesia, Shaggy Dog, juga berasal dari kota ini. Shaggy Dog yang kini dikontrak EMI belakangan malah sedang asyik menggelar tur konser keliling Eropa selama 3 bulan! Kota gudeg ini tercatat juga pernah menggelar Parkinsound, sebuah festival musik elektronik yang pertama di Indonesia. Parkinsound #3 yang diselenggarakan tanggal 6 Juli 2001 silam di antaranya menampilkan Garden Of The Blind, Mock Me Not, Teknoshit, Fucktory, Melancholic Bitch hingga
Mesin Jahat.
Scene Surabaya
Scene underground rock di Surabaya bermula dengan semakin tumbuh-berkembangnya band-band independen beraliran death metal/grindcore sekitar pertengahan tahun 1995. Sejarah terbentuknya berawal dari event Surabaya Expo (semacam Jakarta Fair di DKI – Red) dimana band- band underground metal seperti, Slowdeath, Torture, Dry, Venduzor, Bushido manggung di sebuah acara musik di event tersebut.
Setelah event itu masing-masing band tersebut kemudian sepakat untuk mendirikan sebuah organisasi yang bernama Independen. Base camp dari organisasi yang tujuan dibentuknya sebagai wadah pemersatu serta sarana sosialisasi informasi antar musisi/band underground metal ini waktu itu dipusatkan di daerah Ngagel Mulyo atau tepatnya di studio milik band Retri Beauty (band death metal dengan semua personelnya cewek, kini RIP – Red). Anggota dari organisasi yang merupakan cikal bakal terbentuknya scene underground metal di Surabaya ini memang sengaja dibatasi hanya sekitar 7-10 band saja.
Rencana pertama Independen waktu itu adalah menggelar konser underground rock di Taman Remaja, namun rencana ini ternyata gagal karena kesibukan melakukan konsolidasi di dalam scene. Setelah semakin jelas dan mulai berkembangnya scene underground metal di Surabaya pada akhir bulan Desember 1997 organisasi Independen resmi dibubarkan. Upaya ini dilakukan demi memperluas jaringan agar semakin tidak tersekat-sekat atau menjadi terkotak-kotak komunitasnya.
Pada masa-masa terakhir sebelum bubarnya organisasi Independen, divisi record label mereka tercatat sempat merilis beberapa buah album milik band-band death metal/grindcore Surabaya. Misalnya debut album milik Slowdeath yang bertitel “From Mindless Enthusiasm to Sordid Self-Destruction” (September 96), debut album Dry berjudul “Under The Veil of Religion” (97), Brutal Torture “Carnal Abuse”, Wafat “Cemetery of Celerage” hingga debut album milik Fear Inside
yang bertitel “Mindestruction”. Tahun-tahun berikutnya barulah underground metal di Surabaya dibanjiri oleh rilisan-rilisan album milik Growl, Thandus, Holy Terror, Kendath hingga Pejah.
Sebagai ganti Independen kemudian dibentuklah Surabaya Underground Society (S.U.S) tepat di malam tahun baru 1997 di kampus Universitas 45, saat diselenggarakannya event AMUK I. Saat itu di Surabaya juga telah banyak bermunculan band-band baru dengan aliran musik black metal. Salah satu band death metal lama yaitu, Dry kemudian berpindah konsep musik seiring dengan derasnya pengaruh musik black metal di Surabaya kala itu.
Hanya bertahan kurang lebih beberapa bulan saja, S.U.S di tahun yang sama dilanda perpecahan di dalamnya. Band-band yang beraliran black metal kemudian berpisah untuk membentuk sebuah wadah baru bernama ARMY OF DARKNESS yang memiliki basis lokasi di daerah Karang Rejo. Berbeda dengan black metal, band-band death metal selanjutnya memutuskan tidak ikut membentuk organisasi baru. Selanjutnya di bulan September 1997 digelar event AMUK II di IKIP Surabaya. Event ini kemudian mencatat sejarah sendiri sebagai event paling sukses di Surabaya kala itu. 25 band death metal dan black metal tampil sejak pagi hingga sore hari dan ditonton oleh kurang lebih 800 – 1000 orang. Arwah, band black metal asal Bekasi juga turut tampil di even tersebut sebagai band undangan.
Scene ekstrem metal di Surabaya pada masa itu lebih banyak didominasi oleh band-band black metal dibandingkan band death metal/grindcore. Mereka juga lebih intens dalam menggelar event-event musik black metal karena banyaknya jumlah band black metal yang muncul. Tercatat kemudian event black metal yang sukses digelar di Surabaya seperti ARMY OF DARKNESS I dan II.
Tepat tanggal 1 Juni 1997 dibentuklah komunitas underground INFERNO 178 yang markasnya terletak di daerah Dharma Husada (Jl. Prof. DR. Moestopo,Red). Di tempat yang agak mirip dengan rumah-toko (Ruko) ini tercatat ada beberapa divisi usaha yaitu, distro, studio musik, indie label, fanzine, warnet dan event organizer untuk acara-acara underground di Surabaya. Event-event yang pernah di gelar oleh INFERNO 178 antara lain adalah, STOP THE MADNESS, TEGANGAN TINGGI I & II hingga BLUEKHUTUQ LIVE.
Band-band underground rock yang kini bernaung di bawah bendera INFERNO 178 antara lain, Slowdeath, The Sinners, Severe Carnage, System Sucks, Freecell, Bluekuthuq dan sebagainya. Fanzine metal asal komunitas INFERNO 178, Surabaya bernama POST MANGLED pertama kali terbit kala itu di event TEGANGAN TINGGI I di kampus Unair dengan tampilnya band-band punk rock dan metal. Acara ini tergolong kurang sukses karena pada waktu yang bersamaan juga digelar sebuah event black metal. Sayangnya, hal ini juga diikuti dengan mandegnya proses penggarapan POST MANGLED Zine yang tidak kunjung mengeluarkan edisinya yang terbaru hingga kini.
Maka, untuk mengantisipasi terjadinya stagnansi atau kesenjangan informasi di dalam scene, lahirlah kemudian GARIS KERAS Newsletter yang terbit pertama kali bulan Februari 1999. Newsletter dengan format fotokopian yang memiliki jumlah 4 halaman itu banyak mengulas berbagai aktivitas musik underground metal, punk hingga HC tak hanya di Surabaya saja tetapi lebih luas lagi. Respon positif pun menurut mereka lebih banyak datang justeru dari luar kota Surabaya itu sendiri. Entah mengapa, menurut mereka publik underground rock di Surabaya kurang apresiatif dan minim dukungannya terhadap publikasi independen macam fanzine atau newsletter tersebut. Hingga akhir hayatnya GARIS KERAS Newsletter telah menerbitkan edisinya hingga ke- 12.
Divisi indie label dari INFERNO 178 paling tidak hingga sekitar 10 rilisan album masih tetap menggunakan nama Independen sebagai nama label mereka. Baru memasuki tahun 2000 yang lalu label INFERNO 178 Productions resmi memproduksi album band punk tertua di Surabaya, The Sinners yang berjudul “Ajang Kebencian”. Selanjutnya label
INFERNO 178 ini akan lebih berkonsentrasi untuk merilis produk- produk berkategori non-metal. Sedangkan untuk label khusus death metal/brutal death/grindcore dibentuklah kemudian Bloody Pigs Records oleh Samir (kini gitaris TENGKORAK) dengan album kedua Slowdeath yang bertitel “Propaganda” sebagai proyek pertamanya yang dibarengi pula dengan menggelar konser promo tunggal Slowdeath di Café Flower sekitar bulan September 2000 lalu yang dihadiri oleh 150- an penonton. Album ini sempat mencatat sold out walau masih dalam jumlah terbatas saja. Ludes 200 keping tanpa sisa.
Scene Malang
Kota berhawa dingin yang ditempuh sekitar tiga jam perjalanan dari Surabaya ini ternyata memiliki scene rock underground yang “panas” sejak awal dekade 90-an. Tersebutlah nama Total Suffer Community(T.S.C) yang menjadi motor penggerak bagi kebangkitan komunitas rock underground di Malang sejak awal 1995. Anggota komunitas ini terdiri dari berbagai macam musisi lintas-scene, namun dominasinya tetap
saja anak-anak metal. Konser rock underground yang pertama kali digelar di kota Malang diorganisir pula oleh komunitas ini. Acara bertajuk Parade Musik Underground tersebut digelar di Gedung Sasana Asih YPAC pada tanggal 28 Juli 1996 dengan menampilkan band-band lokal Malang seperti Bangkai (grindcore), Ritual Orchestra (black metal),Sekarat (death metal), Knuckle Head (punk/hc), Grindpeace (industrial
death metal), No Man’s Land (punk), The Babies (punk) dan juga band-band asal Surabaya, Slowdeath (grindcore) serta The Sinners (punk).
Beberapa band Malang lainnya yang patut di beri kredit antara lain Keramat, Perish, Genital Giblets, Santhet dan tentunya Rotten Corpse. Band yang terakhir disebut malah menjadi pelopor style brutal death metal di Indonesia. Album debut mereka yang
bertitel “Maggot Sickness” saat itu menggemparkan scene metal di Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan Bali karena komposisinya yang solid dan kualitas rekamannya yang top notch. Belakangan band ini pecah menjadi dua dan salah satu gitaris sekaligus pendirinya, Adyth, hijrah ke Bandung dan membentuk Disinfected. Di kota inilah lahir untuk kedua kalinya fanzine musik di Indonesia. Namanya Mindblast zine yang
diterbitkan oleh dua orang scenester, Afril dan Samack pada akhir 1995. Afril sendiri merupakan eks-vokalis band Grindpeace yang kini eksis di band crust-grind gawat, Extreme Decay. Sementara indie label pionir yang hingga kini masih bertahan serta tetap produktif merilis album di Malang adalah Confused Records
Scene Bali
Berbicara scene underground di Bali kembali kita akan menemukan komunitas metal sebagai pelopornya. Penggerak awalnya adalah komunitas 1921 Bali Corpsegrinder di Denpasar. Ikut eksis di dalamnya antara lain, Dede Suhita, Putra Pande, Age Grindcorner dan Sabdo Moelyo. Dede adalah editor majalah metal Megaton yang terbit di
Jogjakarta, Putra Pande adalah salah satu pionir webzine metal Indonesia
Corpsegrinder (kini Anorexia Orgasm) sejak 1998, Age adalah pengusaha distro yang pertama di Bali dan Moel adalah gitaris/vokalis band death metal etnik, Eternal Madness yang aktif menggelar konser underground di sana. Nama 1921 sebenarnya diambil dari durasi siaran program musik metal mingguan di Radio Cassanova, Bali yang
berlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.00 WITA.
Awal 1996 komunitas ini pecah dan masing-masing individunya jalan sendiri-sendiri. Moel bersama EM Enterprise pada tanggal 20 Oktober 1996 menggelar konser underground besar pertama di Bali bernama Total Uyut di GOR Ngurah Rai, Denpasar. Band-band Bali yang tampil diantaranya Eternal Madness, Superman Is Dead, Pokoke, Lithium, Triple Punk, Phobia, Asmodius hingga Death Chorus. Sementara band- band luar Balinya adalah Grausig, Betrayer (Jakarta), Jasad, Dajjal, Sacrilegious, Total Riot (Bandung) dan Death Vomit (Jogjakarta). Konser ini sukses menyedot sekitar 2000 orang penonton dan hingga sekarang menjadi festival rock underground tahunan di sana. Salah satu
alumni Total Uyut yang sekarang sukses besar ke seantero nusantara adalah band punk asal Kuta, Superman Is Dead. Mereka malah menjadi band punk pertama di Indonesia yang dikontrak 6 album oleh Sony Music Indonesia. Band-band indie Bali masa kini yang stand out di antaranya adalah Navicula, Postmen, The Brews, Telephone, Blod Shot Eyes
dan tentu saja Eternal Madness yang tengah bersiap merilis album ke tiga mereka dalam waktu dekat.
Memasuki era 2000-an scene indie Bali semakin menggeliat. Kesuksesan S.I.D memberi inspirasi bagi band-band Bali lainnya untuk berusaha lebih keras lagi, toh S.I.D secara konkret sudah membuktikan kalau band `putera daerah’ pun sanggup menaklukan kejamnya industri musik ibukota. Untuk mendukung band-band Bali, drummer S.I.D, Jerinx dan beberapa kawannya kemudian membuka The Maximmum Rock N’ Roll Monarchy (The Max), sebuah pub musik yang berada di jalan Poppies, Kuta. Seringkali diadakan acara rock reguler di tempat ini.
Indie Indonesia Era 2000-an
Bagaimana pergerakan scene musik independen Indonesia era 2000-an? Kehadiran teknologi internet dan e-mail jelas memberikan kontribusi besar bagi perkembangan scene ini. Akses informasi dan komunikasi yang terbuka lebar membuat jaringan (networking) antar komunitas ini semakin luas di Indonesia. Band-band dan komunitas-komunitas baru banyak bermunculan dengan menawarkan style musik yang lebih beragam. Trend indie label berlomba-lomba merilis album band-band lokal juga menggembirakan, minimal ini adalah upaya pendokumentasian sejarah yang berguna puluhan tahun ke depan.
Yang menarik sekarang adalah dominasi penggunaan idiom `indie’ dan bukan underground untuk mendefinisikan sebuah scene musik non- mainstream lokal. Sempat terjadi polemik dan perdebatan klasikmengenai istilah `indie atau underground’ ini di tanah air. Sebagian orang memandang istilah `underground’ semakin bias karena kenyataannya kian hari semakin banyak band-band underground yang `sell-out’, entah itu dikontrak major label, mengubah style musik demi kepentingan bisnis atau laris manis menjual album hingga puluhan ribu keping. Sementara sebagian lagi lebih senang menggunakan idiom indie karena lebih `elastis’ dan misalnya, lebih friendly bagi band-band yang memang tidak memainkan style musik ekstrem. Walaupun terkesan lebih kompromis, istilah indie ini belakangan juga semakin sering digunakan oleh media massa nasional, jauh
meninggalkan istilah ortodoks `underground’ itu tadi.
Ditengah serunya perdebatan indie/underground, major label atau indie label, ratusan band baru terlahir, puluhan indie label ramai- ramai merilis album, ribuan distro/clothing shop dibuka di seluruh Indonesia. Infrastruktur scene musik non-mainstream ini pun kian established dari hari ke hari. Mereka seakan tidak peduli lagi dengan polarisasi indie-major label yang makin tidak substansial. Bermain musik sebebas mungkin sembari bersenang-senang lebih menjadi `panglima’ sekarang ini.

Sumber : http://dwiky-a-p-fisip09.web.unair.ac.id/artikel_detail-36914-Musik-Sejarah%20Musik%20Rock%20Indonesia.html